GBPJPY Turun Kembali Karena Risk Off Membuat Yen Jepang Menguat

Daftar Indodax

Permintaan terhadap mata uang Poundsterling Inggris melemah ketika diperdagangkan melawan Yen Jepang. Dengan pelemahan itu maka pasangan GBPJPY harus menjauh dari puncak perdagangan harian turun menuju ke level harga 134.50. Penurunan itu mewakili penurunan sekitar 0,30% sepanjang sesi awal kawasan Asia di hari Jumat ini (1/5).

Poundsterling Inggris melemah terhadap Yen mungkin disebabkan oleh ancaman perang dagang sesi baru antara AS dan China. Selain itu banyak juga yang merasa khawatir dengan berkurangnya produksi pabrik Inggris sampai 50%. Semua hal itu bergabung dengan nada penghindaran risiko akibat pandemi yang membawa Yen Jepang menguat dengan signifikan.

Bahkan karena risk off yang terus menguat, prediksi suram pada PDB Jepang dan statistika Asia yang lemah tampak dikesampingkan Yen Jepang. Selain itu PM Jepang Abe Juga tampak akan memperpanjang status darurat nasional di Jepang. Data IHK Jepang dan IMP sektor Manufaktur dilaporkan dengan hasil yang sangat suram. Selain itu Nikkei melakukan survei dan menghasilkan prediksi PDB Q2 Jepang bisa turun ke terendah pasca Perang Dunia II lalu.

Kemarin Presiden Trump mengatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China sangat terganggu akibat pandemi. Bahkan berdasarkan komentar terbaru hari Kamis kemarin, Presiden Trump mengancam akan menaikkan tarif jika diperlukan. Presiden Trump dan administrasinya terus memberikan tuduhan kepada China terkait dengan kesalahan virus Corona yang dilakukan China.Poundsterling Inggris melemah hari ini tampak senada dengan apa yang terjadi pada saham berjangka AS yang turun di atas 1,0%. Sementara itu Nikkei Jepang juga mencatatkan penurunan karena risk off sampai 1,80%. Pasangan mata uang GBPJPY selanjutnya akan fokus ke rilis data ekonomi Inggris mengenai IMP sektor manufaktur.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *