Fakta Baha’i, Agama Asal Persia di Indonesia yang Pemeluknya Sempat Paling Banyak di Asia

Daftar Indodax

Fakta Baha’i, Agama Asal Persia di Indonesia yang Pemeluknya Sempat Paling Banyak di Asia – Selain enam agama resmi yang diakui oleh negara, sejatinya masih banyak kepercayaan yang ada di Indonesia. Misalnya saja Ahmadiyah dan Hakekok yang sempat viral di negeri ini. Memang sebenarnya setiap orang boleh mempercayai kerpercayaannya sendiri, namun jangan sampai melanggar norma sosial dan agama yang berlaku.

Sebenarnya ada satu lagi agama atau kepercayaan unik yang ada di Indonesia dan mungkin jarang kamu dengar. Mereka adalah penganut Baha’i, agama dari Persia yang bahkan penganutnya di Indonesia sempat jadi paling banyak di Asia. Lalu seperti apa sih agama ini? Simak ulasan berikut untuk tahu lebih lanjut.

Agama Baha’i yang muncul dari Persia

Mungkin bagi sebagian orang agama Baha’i sangat jarang dikenal. Padahal ada juga pemeluknya yang berasal dari Indonesia. Agama yang berasal dari Iran ini, pendirinya adalah Sayyid ‘Ali Muhammad pada tahun 1844 dan mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi. Dirinya juga menobatkan diri sebagai ‘Bab’ yang berarti gerbang menurut kepercayaan mereka.

Namun sayang, sosok pendiri Baha’I dieksekusi mati pada usia 30 tahun. Tak selang lama nama Mirza Husayn juga mulai naik karena dianggap sebagai penerus agama Baha’i ini. Dirinya memproklamirkan diri sebagai imam Baha’i sekaligus penyampai wahyu. Mirza Husayn juga dikenal sebagai Bahá’u’lláh dan pada masanya ini agama itu bisa menyebar luas bahkan sampai Indonesia.

Konsep Baha’i yang lumayan unik

Jika kita cermati dengan konsep dari agama Baha’i ini juga lumayan unik. Bagaimana tidak, mereka mengakui agama lain juga benar. Maksudnya, para penganut Baha’i percaya pada kepada Tuhan Yang Maha Esa, pun demikian dengan umat agama lain yang juga menyembah hal yang sama.

Ya, bagi mereka Tuhan cuma satu, hanya penyembahannya yang berbeda. Tak sampai di situ, para penganut agama ini juga meyakini kalau tokoh agama seperti Ibrahim a.s., Isa a.s., Muhammad SAW, Zoroaster, Buddha merupakan utusan Tuhan. Lalu dakwah mereka diteruskan oleh Sayyid ‘Ali Muhammad lalu, Mirza Husayn hingga seperti sekarang ini.

Masuknya Baha’i ke Indonesia ternyata sudah sejak dulu

Meskipun bagi orang awam asing, namun  ternyata Baha’i ini sudah lumayan lama ada di Indonesia. Dilansir dari laman IDN Times, Jamal Effendi ditunjuk oleh Mirza Husayn untuk menyebarkan agamanya ke nusantara. Mereka sempat mengunjungi beberapa tempat hingga akhirnya penguasa disalah satu daerah di Makassar waktu itu, Raja Fatta menyambutnya.

Dirinya mengaku tertarik dengan agama baru yang dibawa oleh Jamal Effendi. Sejak saat itulah agama ini jadi lumayan berkembang di nusantara, bahkan pada awal kemerdekaan penganutnya mencapai angka ratusan ribu. Banyak organisasi atau perkumpulan Baha’i yang bisa ditemui di beberapa wilayah Indonesia dengan mudah pada waktu itu.

Nasib agama Baha’I di Indonesia

Lantaran tidak masuk dalam 6 agama resmi yang diakui, tentunya lumayan sulit bagi pemeluk agama Baha’i di Indonesia. Dulu di awal kemerdekaan, jumlah mereka lumayan banyak, hingga akhirnya Presiden Soekarno melarang agama ini. Tak sampai di sana, Presiden Soeharto pun juga melarang praktik agama ini di masa kepemimpinannya.

Jadi bukan hal yang aneh kalau pengikutnya semakin merosot, padahal dulu penganut Baha’i di Indonesia sempat dinobatkan sebagai yang paling banyak di Asia. Hingga akhirnya pada masa Gus Dur, pelarangan agama Baha’i dicabut. Namun demikian, para penganutnya masih sudah mengisi kolom agama di KTP mereka karena memang tidak diakui resmi alias masih kepercayaan.

Tidak ada yang mengira kalau ada agama bernama Baha’i di Indonesia. Bahkan mereka punya sejarah yang sudah ada sangat lama. Namun demikian kembali lagi apa pun agama atau kepercayaannya, kalau tidak bertentangan dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia akan tetap dihormati.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *