EURUSD Turun Karena Data Eropa yang Masih Sangat Suram

Permintaan terhadap mata uang Euro mengalami pelemahan dan membawa pasangan EURUSD turun kembali. Pada akhirnya pasangan harus tertahan dan kembali turun ketika telah sampai pada nilai tukar 1,1150 saat menjelang sesi Eropa hari Selasa ini (2/6). Penyebab penurunan pasangan kemungkinan disebabkan oleh kondisi Dolar AS yang berusaha untuk membalikan bias bearishnya kemarin.

Pergerakan greenback kembali bangkit dari momentum keterpurukan hari Senin kemarin. Sebelumnya minat investor terhadap greenback melemah total akibat kerusuhan di AS yang terus memburuk. 

Mata uang Dolar AS bahkan kalah dengan beberapa mata uang berisiko lain seperti Euro, Poundsterling dan juga Dolar Australia. Namun saat ini bersama EURUSD turun, indeks Dxy mampu memulihkan diri dari lembah terendah tiga bulan menuju ke 97,90.

Pada hari Senin kemarin permintaan mata uang Euro juga membaik setelah ada berita positif mengenai hubungan AS-China. Presiden Trump hari Jumat pekan lalu menunda memberikan pengumuman sanksi terhadap China. 

Sayangnya optimisme itu harus runtuh di hari Selasa setelah Bloomberg mengatakan China mengambil langkah perdagangan yang mengkhawatirkan. Pejabat China meminta agar perusahaan pertanian menghentikan pembelian produk tani asal AS.

Selain masalah luar negeri, EURUSD turun hari ini juga disebabkan oleh kondisi industri manufaktur Eropa yang masih sangat suram. Kondisi manufaktur negara terkuat di Eropa yaitu Jerman juga masih dalam perlambatan yang mengkhawatirkan.

Dari AS, kemarin data mengenai IMP sektor manufaktur dilaporkan dengan hasil yang juga sangat mengecewakan lebih buruk dari prediksi menuju ke 43,1 pada bulan Mei. Data kedua kawasan yang masih cukup suram membuat pasangan EURUSD tidak bergerak dalam volume yang besar. Selanjutnya pasangan akan fokus ke dinamika sentimen risiko yang akan lebih berpengaruh menggerakkan pasangan.

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply