Dulu Urakan, Tatoan, sampai Tindikan, Tivany Agustin Kini Sukses jadi Polwan dan Berhijrah

Daftar Indodax

Dulu Urakan, Tatoan, sampai Tindikan, Tivany Agustin Kini Sukses jadi Polwan dan Berhijrah. Setiap orang punya masa lalu, entah suram atau kelam, selama bisa menjadi pembelajaran untuk masa depan, itu bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Begitu banyak orang sukses yang dulunya hidup dalam keterpurukan. Salah satu yang bisa kita ambil pelajaran adalah dari kisah hidup polisi wanita Tivany Agustina.

Perempuan asal Sumbar tersebut dikenal sebagai polisi cantik dan berhijab. Namun sejatinya, perempuan yang akrab disapa Vany ini juga pernah berada di fase urakan. Saat masih bersekolah, Vany adalah perempuan yang dinilai nakal, bahkan penampilannya seperti anak punk. Seperti apa kisah selengkapnya? Simak cerita lengkapnya di bawah ini.

Dulu nakal dan urakan

Setiap orang memiliki masa lalu, demikian juga dengan Tivany Agustin. Selama masa sekolah, perempuan yang akrab disapa Vany ini juga dikenal nakal. Mayoritas teman-teman dekatnya adalah laki-laki. Itulah kenapa Vany juga terlihat tomboi, bahkan menindik dan mentato tubuhnya (meski bukan tato permanen).

Rambut pun dimodel botak setengah, hingga para tetangga berpikir jika Vany tidak akan punya masa depan setelah lulus sekolah nanti. Vany sendiri mengaku jika sejak kedua orangtuanya berpisah, Vany jadi tidak bisa mengontrol pergaulannya. Malas belajar, bahkan sering bolos sekolah dan berbagai kenakalan lain. Hal itu membuat ibunya kerap kali dipanggil oleh guru ke sekolah.

Diremehkan dan dihina tetangga

Di akun Tiktok pribadi Vany, dia pernah membagikan perjalanan hidupnya mulai saat masih sekolah. Dengan penampilan dan kelakuannya yang nakal, Vany kerap kali menjadi bahan nyinyiran tetangga. Tak sedikit yang menghinanya hanya karena penampilan luarnya yang urakan.

Tak Sedikit tetangga yang yakin jika Vany tidak akan bisa menamatkan sekolahnya, andai pun berhasil lulus, pasti setelahnya akan jadi perempuan yang ‘nggak bener’. Bahkan mereka meminta Vany untuk berhenti sekolah saja, karena kelakuannya hanya membuat malu keluarga. Meski demikian, Vany menegaskan jika kenakalannya saat itu hanya sebatas kenakalan yang wajar, Vany tidak pernah sampai menjual diri seperti yang dibicarakan orang-orang.

Daftar polisi demi ibu

Berakhir menjadi polisi mungkin dulunya tak pernah ada dalam bayangan Vany. Saat dinyatakan lulus SMA, Vany awalnya ingin meneruskan kuliah di Yogyakarta dan mengambil jurusan olahraga. Namun sang ibu ingin Vany mendaftar jadi polwan, kalau tidak diterima baru daftar kuliah.

Vany pun menurut dan mengikuti tes penerimaan Polri pada tahun 2015, meski dalam benaknya tidak ada niat sedikit pun untuk jadi polisi. Segala surat dan persyaratan semua diurus oleh sang ibu. Dan siapa sangka ternyata usaha sang ibu tidak sia-sia? Vanny dinyatakan lulus sebagai 18 besar dengan nilai terbaik di antara 80 polwan di Sumbar.

Hijrah dan putuskan berhijab

Nama Tivany Agustin mulai viral karena membagikan kisah hidupnya dari yang awalnya serampangan, hingga akhirnya menjadi polisi dan bahkan berhijrah dan memutuskan berhijab. Perjalanan hijrah Vany pun berawal dari tahun 2017, di mana ia menerima kabar duka bahwa ayahnya meninggal dunia.

Vany mulai merenungi apa yang telah ia lewati dan jalani, hingga akhirnya ia putuskan untuk mulai berhijab. Ia bersyukur, bisa melewati masa masa sulit dalam hidupnya, bahkan bisa menjadi wanita yang sukses dan mengangkat derajat orang tua. Membungkam segala komentar jahat para tetangga dengan prestasi yang dimilikinya.

Dari kisah polwan Tivany Agustina kita dapat belajar, bahwa sekelam apa pun masa lalu seseorang, bukan berarti kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya. Karena mudah sekali bagi Tuhan untuk merubah nasib hamba-Nya. Jadi, yang sedang terpuruk tak perlu berkecil hati, demikian yang sedang di puncak pun tak perlu berbangga hati. Kita cukup bersyukur saja setiap apa yang sudah diberikan Tuhan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *