Di Balik Megahnya Statue of Unity di India, Ada Nelangsa Petani yang Hidup di Sekitarnya

Daftar Indodax

Di Balik Megahnya Statue of Unity di India, Ada Nelangsa Petani yang Hidup di Sekitarnya. Punya monumen khusus, seolah jadi hal wajib yang dimiliki oleh setiap negara. Indonesia dengan Monasnya, Jepang dengan Tokyo Towernya, hingga Amerika dengan Patung Libertynya. Selain jadi simbol bagi sebuah negara, monumen itu juga bisa menarik wisatawan untuk terus datang ke negara tersebut.

Bicara soal monumen unik di setiap negara, kamu pasti tahun Statue of Unity. Ya, patung yang berhasil menandingi tingginya Liberty di Amerika ini jadi kebanggaan India. Namun apa kamu tahu kalau pembangunannya dulu tidak terlepas dari pro dan kontra. Lalu benarkah hal itu? Biar gak penasaran simak ulasan berikut.

Patung di India yang sudah kalahnya Liberty

Sejak tahun 2018, nama patung Liberty dari Amerika sebagai yang tertinggi di dunia sudah dilengserkan oleh India. Berdirinya Statue of Unity mencetak rekor baru sebagai patung tertinggi. Sosok yang digambarkan oleh patung ini adalah Sardar Vallabhbhai Patel, salah satu tokoh di India yang berhasil mempersatukan ratusan pangeran hingga India bersatu seperti saat ini.

Kokohnya patung ini, tidak terlepas dari pembuatannya yang sudah direncanakan cukup lama dan matang. Dengan dilapisi perunggu, membuat patung ini seolah memantulkan cahaya dan akan tetap terlihat meskipun di malam hari. Bagi sebagian orang, patung ini adalah sebuah kebanggaan.

Derita bagi sebagian orang

Ternyata berdirinya patung ini tak lepas dari pro dan kontra. Hal ini tidak terlepas dari pembuatannya yang ternyata memang mengeluarkan biaya yang lumayan banyak. Dilansir dari laman Grid, uang setara 6,4 triliun sudah dihabiskan untung membangung patung Patel ini. Angka itu tidak sedikit, mengingat bisa digunakan untuk kepentingan lain warganya.

Alhasil pembangunan patung ini malah menyulut kritikan pedas dari banyak kalangan. Apalagi mengingat banyak penduduk yang hidup di sekitar areal patung, yang masih mengalami kemiskinan parah. Uang yang digunakan untuk membangun patung di tahun 2018 itu tentunya akan sangat berguna kalau disalurkan untuk pertanian.

Nelangsa para petani di India

Para petani di India tidak semua yang mengalami hidup makmur. Dilansir dari laman BBC, banyak dari mereka yang ternyata mengalami kekeringan, terutama para petani yang miskin. Mereka yang tidak memiliki fasilitas irigasi sendiri dalam setahun hanya dapat panen sekali.

Sangat berbeda jika dibandingkan dengan para petani kaya yang punya fasilitas yang bisa tiga kali dalam setahun. Jadi wajar, meskipun setengah dari penduduk India bekerja di sektor pertanian, namun PDB yang dihasilkan dari sana hanya 15%. Ketimpangan ini tentunya seharusnya jadi wacana yang serius karena berhubungan dengan nasib warganya yang menderita.

Alasan patung ini tetap berdiri

Namun demikian, ada beberapa alasan yang membuat patung ini tetap diresmikan di tahun 2018. Semua itu karena pemerintah India ingin rakyatnya tetap ingat dengan para pahlawan bangsa. Jadi, tidak hanya masalah berlomba-lomba buat patung tinggi dengan negara lain, namun juga ada filosofinya.

Bukan hanya itu, dengan dibangunya patung tertinggi di dunia ini, diharap warga sekitar juga akan mendapatkan dampak yang signifikan. Mengingat Statue of Unity adalah sebuah ikon baru pariwisata, maka membuka peluang warga sekitar membuka bisnis baru. Entah itu penginapan, jual cendera mata, dan lain-lain. Ya, walaupun tujuannya baik namun peresmian dari patung ini tak lepas dari kritik.

Memang pembangunan patung ini adalah sebuah pembuktian bagi dunia kalau India bisa bersaing dengan negara lainnya. Namun rupanya hal itu malah ditentang oleh sebagian rakyatnya sendiri yang sedang menderita. Yang jelas, kita berharap semoga patung itu bisa membantu perekonomian warga di sekitarnya. 

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *