Cerita Apes Kapten Kapal Wanita yang Namanya Dicatut Kasus Terusan Suez, Padahal Aslinya Keren Banget

Daftar Indodax

Cerita Apes Kapten Kapal Wanita yang Namanya Dicatut Kasus Terusan Suez, Padahal Aslinya Keren Banget – Seorang kapten kapal wanita di Mesir, Marwa Elselehdar, tengah menjadi perbincangan. Ia dituding menjadi penyebab kemacetan di Terusan Suez. Akibatnya, Marwa kebanjiran pesan yang menyalahkan dirinya atas insiden tersebut.

Banyak yang beranggapan bahwa Marwa adalah orang yang paling bertanggung jawab karena terhentinya rute tersibuk di dunia itu. Namun masih banyak yang belum tahu Marwa hanyalah korban dari berita palsu alias hoax yang mencatut namanya. Padahal sebenarnya Marwa adalah sosok yang menginspirasi. Simak kisahnya berikut ini.

Berawal dari kandasnya sebuah kapal kontainer raksasa

Pada 23 Maret 2021, kapal kontainer raksasa Ever Given tenggelam dan tersangkut dalam posisi diagonal di Terusan Suez. Saat terjadi, badai pasir dan angin kencang menghalangi jarak pandang dan menyebabkan kemacetan. Kandasnya kapal tersebut juga menyebabkan kerugian besar. Kerugian dilansir sekitar USD 400 juta atau setara dengan Rp 5,7 triliun per jam.

Berita hoax mencatut nama Marwa

Tak lama setelah insiden tersebut, muncul tangkapan layar sebuah artikel yang seolah-olah diterbitkan oleh Arab News. Dalam artikel yang diterbitkan pada 22 Maret lalu, tertulis bahwa Marwa terlibat dalam insiden Suez. Bahkan foto Marwa terpampang jelas dalam artikel tersebut. Setelah diselidiki, artikel aslinya justru menceritakan tentang kisah kesuksesan dan perjalanan karir Marwa sebagai kapten kapal wanita pertama Mesir.

Marwa ungkap fakta sebenarnya

Marwa pun sangat terkejut dan bingung karena saat Terusan Suez macet, ia mengaku sedang berada di kapal Aida IV yang jaraknya ratusan mil di Alexandria. Marwa juga mengatakan bahwa dirinya tak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan berita hoax tersebut.

Saya merasa bahwa saya mungkin menjadi sasaran, barangkali karena saya perempuan sukses di bidang ini atau karena saya orang Mesir, tapi saya tidak terlalu yakin,” tuturnya.

Sayangnya penyebaran berita hoax tersebut tak berhenti. Bahkan berita tersebut telah dibagikan puluhan kali di Facebook dan Twitter.

Perempuan Mesir pertama yang berprofesi sebagai kapten kapal

Faktanya, Marwa adalah perempuan pertama di Mesir yang sukses menjadi seorang kapten kapal. Kecintaannya kepada laut sudah terlihat dari kecil. Ia sangat menyukai olaharga renang. Beranjak remaja, Marwa mantap mendaftar di Akademi Sains, Teknologi, dan Transportasi Maritim Arab (AASTMT) di Mesir.

Ikuti jejak sang kakak

Keinginannya untuk bergabung di AASTMT terinsipirasi dari sang kakak yang sudah mendaftar lebih dahulu. Sebenarnya akademi tersebut hanya dikhususkan untuk laki-laki. Namun Marwa tetap mendaftar dan akhirnya diizinkan untuk mengenyam studi di akademi tersebut setelah ditinjau oleh Presiden Mesir kala itu, Hosni Mubarak. Akhirnya wanita berusia 29 tahun ini pun berhasil diterima di Departemen Transportasi dan Logistik Internasional.

Sering menerima perlakukan seksis

Industri maritim yang didominasi oleh pria membuat Marwa sering mendapat perlakukan seksis. Hal ini berlangsung selama di akademi.

Di atas kapal, mereka semua para pria lebih tua dengan mentalitas yang berbeda. Jadi sulit menemukan orang-orang yang berpikiran sama untuk diajak berkomunikasi. Masyarakat kita masih tidak bisa menerima gagasan bahwa wanita dapat bekerja di laut, jauh dari keluarganya untuk waktu lama,” ungkap Marwa.
Meski Marwa mengaku kesulitan menghadapi perlakukan tersebut sendirian, ia tak membiarkan hal tersebut mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Jadi teringat kata pepatah, fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Lihat saja betapa kejamnya dampak berita palsu yang diterima Marwa. Sebaiknya kita tak langsung percaya saat menerima sebuah berita, apalagi hanya berupa tangkapan layar yang bisa diedit. Pastikan dulu bahwa berita tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya agar tak ikut-ikutan menyebarkan hoax.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *