Cegahan Covid-19 di Jatim: Stop Study Tour hingga Tunda Kunker

Wikimedan – Upaya antisipasi persebaran wabah coronavirus (Covid-19) mulai berimbas pada sejumlah aktivitas di berbagai kabupaten/kota di Jatim.Kini aktivitas-aktivitas itu mulai dibatasi. Ada juga yang akhirnya ditunda hingga dibatalkan.Di Kota Madiun, pemkot akhirnya mengeluarkan kebijakan agar sekolah menunda pelaksanaan study tour. Mulai studi ke luar daerah, luar provinsi, hingga luar negeri. ”Kita tunda semuanya. Terutama anak-anak yang hendak tur ke tempat jauh yang di sana banyak orang asingnya,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.Demikian juga di Nganjuk. Dinas pendidikan (dispendik) setempat menginstruksi seluruh sekolah untuk menunda atau meninjau kembali rencana kegiatan ke luar daerah. ”Belum ada rencana untuk menghentikan proses belajar mengajar di sekolah. Kami hanya meminta setiap sekolah menunda rencana berkunjung ke luar daerah,” kata Kepala Dispendik Nganjuk Moh. Yasin kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.Di Jember, aktivitas akademik di sejumlah perguruan tinggi juga dibatasi. Setelah IAIN Jember menangguhkan sementara segala aktivitas kegiatan mahasiswa ke luar negeri dan sebaliknya, kemarin Universitas Jember (Unej) memutuskan menunda agenda wisuda yang direncanakan akan digelar pada 28 Maret. ”Benar, (kebijakan, Red) itu untuk mengurangi intensitas pertemuan dengan orang atau massa,” kata Rokhmad Hidayanto, Kasubag Humas Unej saat dikonfirmasi kemarin.Di Ngawi, DPRD setempat juga bakal mengatur ulang seluruh jadwal kunjungan ke luar daerah. Mempertimbangkan kondisi terkini, setiap agenda kunjungan patut dicermati kembali urgensinya. ‘’Rencana kunjungan kerja perlu dipetakan lagi,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko kemarin (14/3).Di Mojokerto, pemkot juga berencana menghentikan sementara kegiatan car free day (CFD) yang biasa dilaksanakan pada Minggu.Di bagian lain, daftar warga di sejumlah daerah di Jatim yang masuk kategori orang dalam pantauan (ODP) Covid-19 terus bertambah. Beberapa di antaranya bahkan tengah menjalani isolasi.Di Mojokerto, 21 siswa dan 9 guru pendamping salah satu sekolah tingkat SD/MI yang baru menjalani studi banding ke luar negeri tengah dipantau khusus. Sebab, negara yang dikunjungi terjangkit virus korona. Yakni, Malaysia, Singapura, dan Thailand.Sementara itu, di Tulungagung, pihak RSUD dr Iskak kembali menerima pasien yang dicurigai terinfeksi virus Covid-19. Pasien itu merupakan rujukan dari RSUD dr Darsono, Pacitan.Dia mengalami itu setelah hampir sepekan pulang dari Hongkong dan sempat transit di Singapura. ”Pasien tiba Jumat malam (13/3),” jelas Direktur RSUD dr Iskak dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes.Editor : Dhimas GinanjarReporter : nda/ed/kid/fin/far/mau/hdi/c10/ris

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *