BRI-Mandiri hingga Emiten Luhut Gandeng Gojek

Daftar Indodax

Wikimedan.com – BRI-Mandiri hingga Emiten Luhut Gandeng Gojek. Terdapat sejumlah kabar yang layak disimak investor, mulai dari rencana tambah modal emiten hingga sekuritas yang mendapatkan izin transaksi marjin dari bursa.

CNBC Indonesia telah merangkum sembilan peristiwa emiten pada perdagangan kemarin, Senin (13/12/2021) untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan hari ini, Selasa (14/12/2021) dibuka.

1. Gozco Capital Tambah Kepemilikan Saham Bank Neo

Salah satu pemegang saham emiten bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), Gozco Capital menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 302.708.831 saham.

Hal ini terungkap berdasarkan laporan perubahan data pemegang saham perseroan pada 8 Desember.

Menurut Direktur BBYB, Jimmi Maulana Sidik, dengan penambahan saham tersebut, kepemilikan Gozco Capital di BBYB bertambah dari sebelumnya sebanyak 1.217.756.939 saham atau 14,11% menjadi 1.520.465.770 saham atau setara 16,59% saham.

2. Modal BRI Kian Tebal Paska Rights Issue Rp 96 T

Emiten bank BUMN PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat kenaikan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) menjadi sebesar 24,54% setelah perseroan melaksanakan rights issue senilai Rp 96 triliun pada September lalu.

Direktur Keuangan BRI, Viviana mengungkapkan, sampai dengan kuartal III-2021, CAR BRI secara konsolidasi tercatat mencapai 24,54%. Angka tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 20,92%.

Seperti diketahui, nilai rights issue yang diperoleh BRI mencapai Rp 96 triliun, yang terdiri dari Rp 54,7 triliun dalam bentuk partisipasi non tunai pemerintah dan Rp 41,2 triliun dalam bentuk cash proceed dari pemegang saham publik.

3. Bank ARGS Tambah Modal, Siap jadi Bank Digital Nih?

Emiten bank PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) berencana melaksanakan penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/12/2021), Bank IBK Indonesia akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.928.961.749 (10,93 miliar) saham dengan nilai nominal Rp 100/saham. Adapun harga pelaksanaan rights issue belum ditentukan.

Manajemen Bank IBK menjelaskan, jumlah saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana perseroan dan harga pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) ini.

4. Ajaib Sekuritas Dapat Izin Transaksi Marjin dari BEI

PT Ajaib Sekuritas Asia (Ajaib Sekuritas) mendapat ijin dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan transaksi marjin.

Hal ini berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang dan Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo dalam pengumuman nomor Peng-00051/BEI.ANG/12-2021 pada 13 Desember 2021.

“Dengan ini, kami umumkan bahwa PT Ajaib Sekuritas Asia telah memenuhi persyaratan sebagai Anggota Bursa Efek yang dapat melakukan Transaksi Margin efektif tanggal 13 Desember 2021,” bunyi pengumuman tersebut.

5. Emiten Menara Grup Djarum Dapat Lagi Utang Senilai Rp 3 T

Perusahaan menara telekomunikasi milik grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dan PT CIMB Niaga Tbk (BNGA). Fasilitas pembiayaan diberikan melalui anak usahanya dengan nilai hingga Rp 3 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, pembiayaan diberikan kepada PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) mendapatkan fasilitas Rp 1,5 triliun atau ekuivalen dalam dolar Amerika Serikat dan yen Jepang dari BTPN.

Fasilitas ini perinciannya sampai dengan Rp 1,5 triliun untuk Protelindo, sampai dengan Rp 500 miliar untuk Iforte dan SUPR. Namun ketentuannya jumlah keseluruhan yang dapat digunakan ketiganya tidak melebihi Rp 1,5 triliun.

6. Serius Nih? Emiten Luhut Mau Bikin Motor Listrik Bareng Gojek

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Gojek terkait pengembangan bisnis sepeda motor listrik di Indonesia.

TOBA melalui anak usahanya, PT Karya Baru TBS telah menandatangani akta pendirian PT Energi Kreasi Bersama, suatu perusahan patungan dalam bentuk perseroan terbatas yang didirikan PT Rekan Anak Bangsa.

Adapun, modal dasar yang ditempatkan dan modal disetor pada PT Energi Kreasi Bersama senilai Rp 71,75 miliar.

7. Memang Lain, Saham IPO Ini Melesat di Hari Pertama

Perusahaan yang bergerak di bisnis produsen dan pemasok beras, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Senin (13/12/2021).

Perseroan menjadi emiten yang tercatat ke-52 pada tahun ini di BEI dengan melepas sebanyak 200 juta saham atau setara 24,77% dari modal disetor dengan harga penawaran umum Rp 155 per saham.

Saat debut perdananya, saham NASI terpantau bergerak menguat 34,19% ke level Rp 208 per saham atau naik 53 poin setelah ditransaksikan dengan volume sebanyak 101,61 juta dengan nilai transakasi Rp 20,27 miliar. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar NASI di BEI mencapai Rp 167,94 miliar.

8. Dorong Kinerja Ekonomi 2022, BNI Siap Ekspansi Kredit

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 hingga 5,2% seiring dengan berlanjutnya reformasi struktural, deregulasi, dan debirokratisasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tahun depan merupakan momentum yang tepat untuk kembali menorehkan kinerja ekonomi terbaik pasca pandemi.

“Dengan penanganan yang komprehensif seperti yang diarahkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, kami optimistis pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh di atas 5% atau sesuai APBN 5,2%,” ujarnya di acara Market Outlook 2022, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

9. Libur Nataru, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 20 T

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 20 triliun selama Desember 2021, terutama untuk mengantisipasi Hari Raya Natal dan tahun Baru 2022. Alokasi ini meningkat sekitar 19% dari periode yang sama tahun lalu.

Menurut Direktur Operation Bank Mandiri Toni EB Subari, meningkatnya alokasi tersebut dilakukan menyusul proyeksi kenaikan kebutuhan pengisian ATM seiring dengan peningkatan transaksi masyarakat.”Kami memperkirakan transaksi nasabah pada periode Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 akan mengalami peningkatan. Untuk itu, seluruh kantor cabang kami pun juga akan tetap beroperasi normal untuk melayani nasabah” kata Toni dalam keterangan resmi.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *