BPJS Hingga Toko Online, Inilah 4 Kasus Kebocoran Data yang Bikin Rugi Penduduk Indoensia

Daftar Indodax

BPJS Hingga Toko Online, Inilah 4 Kasus Kebocoran Data yang Bikin Rugi Penduduk Indoensia – Di era globalisasi yang makin maju, membuat semua jadi tambah dekat dan terbuka. Kini tak perlu lagi bertatap wajah atau pergi ke tempat jauh untuk bisa bertemu seseorang. Dengan sentuhan jari pun, kini kita bisa berkenalan dengan banyak orang bahkan dari belahan dunia yang jauh di sana.

Namun sayang, tak selamanya kemudahan itu selalu berdampak positif. Adanya kemajuan ini juga mengakibatkan rentannya dunia maya sehingga mudah untuk dibobol. Alhasil banyak data pribadi yang jadi konsumi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk di Indonesia. Seperti beberapa kejadian di bawah ini, di mana banyak data penduduk Indonesia dibobol hacker.

Data BPJS Kesehatan yang bocor di forum hacker

Beberapa waktu yang lalu, warganet sempat dihebohkan dengan postingan mengenai data penduduk Indonesia yang bocor di forum peretas. Data tersebut diketahui berasal dari BPJS Kesehatan, berjumlah sektar 279 juta penduduk dan dijual online. Dugaan kebocoran data ini makin diperkuat dengan adanya iuran dan tunggakan yang lengkap dengan nomor BPJS-nya.

Meskipun begitu, pihak BPJS sendiri meyakinkan masyarakat kalau pengamanan data mereka menggunakan sistem berlapis sehingga susah untuk dibobol. Namun demikian, kasus ini akan terus diusut jika sampai diketahui siapa pelakukanya maka akan segara dilakukan penggugatan karena sudah merugikan banyak penduduk Indonesia.

Bukalapak yang datanya juga sempat dijual

Tidak hanya BPJS Kesehatan, rupanya e-commerce juga sempat jadi korban dari peretasan data. Data yang jumlahnya kurang lebih 13 juta data pengguna Bukalapak ini merupakan data pada tahun 2017.

Mulai dari nama lengkap, nama, kata sandi, hingga last login semua ada di sana. Bahkan dalam sample yang diberikan, ada data milik pendiri Bukalapak seperti Fajrin Rasyid hingga Ahmad Zaky, yang merupakan pendiri e-commerce ini. Meskipun tidak memasang harga, namun sang peretas meminta agar segera menghubunginya secara langsung jika memang berminat dengan data itu.

Tokopedia juga sempat mengalami hal sama

Nasib e-commerce lain rupanya juga sama mengelami sial karena sempat dibobol datanya. Tokopedia pada tahun 2020 kecolongan 91 juta data penggunanya dan semua dijual di dark web dan forum peretas. Data-data tersebut berisi informasi diri lengkap dari pengguna mulai dari nama, alamat, hingga nomor hapenya.

Kecolongan ini tentunya sangat membahayakan, apalagi mengetahui kalau data-data tersebut ternyata sangat up to date. Data hasil retasan tersebut dijual dengan harga USD5.000 atau sekitar lebih dari Rp70 juta rupiah kepada siapapun yang mau membelinya. Celakanya lagi, sudah ada yang mengunggah ulang data tersebut dan dibagikan secara gratis dalam forum dan tentunya hal ini sangat merugikan.

Bahkan data pemilu pun sempat bocor

Data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2014 ternyata juga sempat bocor di forum peretasan. Salah satu akun di sana sempat mengunggahnya dan menuliskan kalau ada jutaan data yang tersimpan di file-nya. Data itu sendiri berisi nama, NIK, dan beberapa infomasi pribadi lainnya. Sampai saat ini masih tidak diketahui bagaimana data tersebut bisa bocor ke forum peretasan dan diunduh oleh banyak orang.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan kalau data yang diunggah itu adalah masalah infomasi umum bukan data pribadi. Selain itu beliau menganggap data tersebut tak sesuai dengan yang ada di lapangan jadi dipastikan semua aman.

Adanya beberapa kasus kebocoran data tentunya membuat Indonesia harus berbenah. Pasalnya semua berhubungan dengan keamanan warga negara Indonesia dan bisa saja disalahgunakan. Mau tidak mau keamanan siber Indonesia harus ditingkatkan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *