BI Blak-blakan Soal Efek Suku Bunga, Ekonomi RI Terancam

Pasang Iklan Disini

Wikimedan.com – BI Blak-blakan Soal Efek Suku Bunga, Ekonomi RI Terancam. Meski laju inflasi berangsur melandai, Bank Indonesia (BI) masih melihat risiko inflasi belum akan berhenti sehingga hal ini masih menjadi fokus bank sentral ke depannya.

Data BI per minggu keempat Oktober menunjukkan laju inflasi masih mencapai 5,8%, turun tipis dari realisasi inflasi September 2022.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo melihat penurunan ini disumbang oleh inflasi pangan yang mungkin turun ke bawah 10% pada bulan Oktober. Namun, di sisi lain, dia mengingatkan risiko inflasi masih mengintai. Alhasil, BI berpeluang kembali menaikkan suku bunganya ke depan.

“kami melihat resiko untuk inflasi ini belum berhenti, risiko kita harus menaikkan suku bunga kepada dampak peremkonomian mungkin akan terlihat. Mungkin pertumbuhan ekonomi akan tidak tinggi seperti yang kita perkirakan karena dampak suku bunga jd lebih mahal, tapi semua dilakukan dengan terukur,” papar Dody dalam acara GNPIP di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (31/10/2022).

“Kita tidak akan menaikkan suku bunga kalau memang itu tidak diperlukan dan bukan untuk mengatasi inflasi yang tidak seharusnya kita address dengan suku bunga, itu sudah kita pastikan,” ujarnya.

Ketika BI menaikkan suku bunga sebagai salah satu cara meredam inflasi, Dody memastikan pihaknya melihat potensi kenaikan permintaan.

Dia memastikan BI tidak menaikkan suku bunga bukan sebatas karena sebatas pasokan pangan mengalami gangguan.

“Mobilitas sekarang tidak ada restriksi lagi, di mall-mall sudah penuh. Bahkan yang travel sudah banyak. Sekarang ini adalah demand-nya sudah meningkat,” ujar Dody.

“Kalau kami yang kami takutkan adalah inflasi ekspektasi. Inflasi yang dibentuk mayarakat besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan. Ekspektasi paling bahaya kalau kita tidak atasi secara cepat,” sambung Dody.

Pasalnya, BI melihat inflasi yang bersifat temporer karena harga yang naik akibat pasokan, kalau tidak diatasi segera itu akan membentuk ekspektasi harga cabai akan naik terus ke depannya.

“Oleh karena itu, menjadi penting bagi BI selalu perangi masalah ekspektasi.”

Meski terdampak dari kenaikan suku bunga, Dody menegaskan pihaknya memiliki optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan terus tumbuh.

“Di tengah negara maju banyak yang sudah mengatakan siap masuk resesi, di regional mungkin indonesia termasuk sedikit negara yang tumbuh pada kisaran 4%-5%,” ungkap Dody.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20221031102757-17-383770/bi-blak-blakan-soal-efek-suku-bunga-ekonomi-ri-terancam

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *