Bestari Ungkap Kericuhan Banggar saat Ferrial Gebrak Meja

Wikimedan – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta sempat mengalami ricuh pada Senin (27/11). Namun ternyata, pembahasan ini tidaklah karena mempertahankan atau menolak program yang diajukan.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menjelaskan kedua pihak baik Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan tengah mempertahankan pola mekanisme masing-masing.

“Namanya sudah letih dari pagi sampai sore kan.Ya kan saya lihat merasa sama-sama benar saja. Maunya begini, begitu jadi pihak satu bilangnya tolong dong bahasnya dari satu atas kebawah, satu lagi bilang nggak yang gede-gede saja dulu,” terang Bestari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (27/11).

Tindakan Ferrial disayangkan oleh Bestari, sebab seharusnya hal tersebut tidak harusnya terjadi. Namun, dia menyatakan bahwa semuanya tidak seperti yang digembor-gemborkan hanya mengadu gagasan dan akhirnya menggebrak meja.

“Pokoknya nggak ada kaitannya dengan program nggak ada kaitannya, mungkin karena satu harus jalan cepat jadi ya lost control. Kemudian, melakukan gerakan yang tiba-tiba gubrak gitu akhirnya menimbulkan hal-hal yang tidak pantas,” terangnya.

Hal tersebut diakui Bestari membuat suasana menjadi kurang kondusif. Namun, dia melihat setelah didamaikan oleh para anggota dewan lainnya rapat akhirnya berjalan dan ditunda hingga hari ini.

“Ramai, jawab-jawaban. Jadi Pak Pras nggak mimpin yang mimpin Taufik, semua turun kok (menenangkan) nggak ada sesuatu yang mempertahankan harus ada program ini itu. Pola saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, pembahasan APBD 2019 DKI Rp 87 triliun berakhir ricuh. Padahal, rencananya rapat Badan Anggaran (Banggar) yang dipimpin wakil Ketua DPRD DKI Muhamad Taufik, akan dilakukan pembahasan marathon.

Hal ini dilakukan agar bisa cepat penandatanganan perjanjian nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang persetujuan Rancangan APBD DKI 2019 antara DPRD dan Pemprov DKI digelar pada Senin (26/11).

Wakil Ketua Banggar DPRD DKI Muhamad Taufik menilai, kributan yang terjadi merupakan hal biasa. Namun, apa yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Ferial Sofyan menggebrak meja sangat enggak elok, lantaran duduk di bangku pimpinan dewan di Kebon Sirih.

Dia menjelaskan, pembahasan ini panjang karena harus APBD DKI 2019 membengkak hingga Rp 16 triliun. Akibatnya terjadi defisit anggaran, harus ada program atau anggaran yang harus dipangkas karena keterbatasan APBD. Namun, di tengah pembahasan Ferrial tanpa alasan jelas gebrak meja.

(rgm/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *