Berita : Ditutup, Penukaran Uang Emisi Lama Tembus Rp 574 Juta

Wikimedan – Kesempatan untuk menukarkan uang emisi lama yakni tahun 1998-1999 di Bank Indonesia (BI) sudah ditutup pada Minggu (30/12) kemarin. Selama membuka penukaran sebanyak Rp 574.830.000 uang emisi lama sudah diganti dengan uang baru.

Dengan penutupan penukaran uang, selanjutnya uang emisi lama mulai dari pecahan Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu tidak berlaku lagi. 

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan BI Solo, Bakti Artanta mengatakan, selama pelayanan penukaran uang emisi lama, uang dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang paling mendominasi.

“Penukaran uang emisi lama sudah kami tutup kemarin, dan yang paling banyak ditukar itu yang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu,” urainya kepada Wikimedan, Senin (31/12). 

Upaya BI untuk melayani penukaran uang emisi lama juga dilakukan saat gelaran Solo Car Free Day (SCFD) Minggu (30/12) kemarin. Dan banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan penukaran uang. Bahkan masyarakat yang menukarkan uang tidak hanya dari eks Karesidenan Surakarta saja. Tetapi juga luar Solo, seperti dari wilayah Jawa Timur (Jatim) dan kota lainnya. 

“Kemarin ada warga yang dari Ngawi, Jatim juga melakukan penukaran uang. Tidak tanggung-tanggung warga tersebut menukarkan uang dengan nilai Rp 4 juta,” katanya.

Dengan ditutupnya penukaran uang emisi 1998-1999 otomatis pemilik uang tersebut tidak bisa lagi menggunakannya untuk berbelanja. Uang pecahan lama tersebut diantaranya Rp 10 ribu yang bergambar Cut Nyak Dien, Rp 20 ribu dengan gambar Ki Hajar Dewantara, uang pecahan Rp 50 ribu bergambar WR Supratman dan uang pecahan Rp 100 dengan gambar Soekarno-Hatta.

(apl/JPC)

Kategori : Berita Nasional
Sumber : https://www.jawapos.com/jpg-today/31/12/2018/ditutup-penukaran-uang-emisi-lama-tembus-rp-574-juta

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *