Berita : Arya Sinulingga: Ferdinand Lupa Siapa Dewa Pencitraan di Indonesia

Wikimedan – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menepis anggapan Jokowi melakukan pencitraan melalui foto saat meninjau lokasi tsunami di Banten. Arya Sinulingga meniliai, pose Jokowi yang tampak sendirian meninjau lokasi tsunami itu tidak dibuat-buat.

“Pak Jokowi ke mana pun dia pergi pasti minta waktu sendiri. Lalu apakah mengambil waktu sendiri itu salah?” kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (26/12).

Lebih lanjut Arya juga membantah pernyataan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean yang menuding foto Jokowi di lokasi terdampak tsunami Anyer itu sebagai pencitraan dan direncanakan.

“Jokowi memang selalu meminta waktu sendiri saat berada di lokasi bencana. Itu merupakan bagian aktivitas Jokowi meninjau utuh lokasi yang disambangi,” paparnya.

Arya pun heran dengan tudingan Ferdinand. Bagi Arya, tokoh yang kerap melakukan pencitraan ialah bos Ferdinand di Partai Demokrat (Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono-Red.). 

“Ferdinan Hutahaen itu aneh dia ngomong soal pencitraan. Dia lupa siapa dewa pencitraan di Indonesia ini. Siapa coba, bosnya. Kok ada-ada aja. Ferdinan ini apa karena baru masuk ke Demokrat apa dia lupa. Kemana aja bro. Natal kok galak. Natal itu damai sejahtera,” ujar Arya.

Ferdinand menuding Jokowi pencitraan karena berfoto sendiri di lokasi bencana tsunami di Banten. Ia menilai foto itu terencana. Tudingan itu disampaikannya melalui cuitan di Twitter-nya @Ferdinand_Haean, Senin, 24 Desember 2018.

“Pose-pose foto ini memuakkan, tampak sengaja diatur banget. Masa Presiden sendirian tidak ada yang di samping? Artinya yang lain disuruh minggir dulu demi kepentingan foto-foto. Yang begini mau mimpin lagi? Maaf pak..!! Bangsa ini tidak butuh pose2 foto-fotoan. Bangsa ini butuh ekonominya maju..!!.”

Politisi PPP yang juga Wakil Ketua TKN Arsul Sani juga menegaskan, setiap presiden itu punya style sendiri-sendiri. Dia lalu memaparkan bagaimana Gus Dur dan SBY ketika menjabat sebagai presiden.

“Pak Jokowi kalau berkunjung ke daerah kalo yang saya tahu yang saya ikuti memang kadang-kadang beliau misah mau ke situ aja. Mau melihat ini sendiri,” katanya.

Jadi, lanjut Arsul, dirinya meminta sebaiknya apa yang dilakukan Jokowi tidak disebut pencitraan. Karena kubu Jokowi-Ma’ruf pun bisa menyerang balik dengan menyebut apa saja yang dilakukan SBY sebagai pencitraan.

(gwn/JPC)

Kategori : Berita Nasional
Sumber : https://www.jawapos.com/politik/26/12/2018/arya-sinulingga-ferdinand-lupa-siapa-dewa-pencitraan-di-indonesia

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *