Bergurau dengan Nada Rasisme, Dua Pemain Ini Dilarang Bermain di Chongqing Major

Berita Esports: Kuku dan Skemberlu harus membayar mahal tindakannya yang tidak terpuji ketika bermain Dota 2. Keduanya dilarang bermain di turnamen Chongqing Major karena bergurau dengan nada rasisme.

Permasalahan ini muncul ketika keduanya sedang bermain Dota 2 dan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada pemain lawan. Skemberlu mengucapkan ‘Good Luck Ching Chong’ ketika berhadapan dengan tim China RNG di turnamen DreamLeague Minor lalu. Kemudian, Kuku juga mengucapkan hal yang sama ketika bermain Dota 2 di waktu senggangnya. Hal ini mendapat perhatian dari Valve serta Starladder sebagai pihak penyelenggara turnamen Chongqing Major. Keduanya dianggap melanggar etika profesionalisme sebagai pemain Esports.

Keduanya memang tidak secara gamblang mengucapkan kata-kata yang menyerang budaya China. Akan tetapi, perkataan ‘Ching Chong’ tersebut dianggap pihak penyelenggara sebagai ‘plesetan’ dari bahasa Mandarin yang kerap kali sulit ditirukan ataupun diucapkan oleh orang Eropa sekalipun orang Asia lainnya. Meski sempat meminta maaf kepada publik, nampaknya Valve dan Starladder masih akan bersikukuh dengan keputusannya untuk melarang kedua pemain tersebut berpartisipasi di Chongqing Major.

Saat ini, Valve dan Starladder juga mengadakan diskusi lanjutan dengan pihak dari dari negara China. Mereka akan mempertimbangkan apakah hukuman tersebut dapat berlaku hingga turnamen The International musim depan ataukah hanya sebatas di turnamen Chongqing Major kali ini saja. Yang jelas, hukuman tersebut merugikan tim yang dibela kedua pemain tersebut yaitu Complexity Gaming (Skemberlu) dan TNC Predator (Kuku).

Artikel Tag: Esports, Dota 2, Berita Esports, Chongqing Major, TNC Predator, Kuku, Skemberlu


Kategori : Berita Olahraga

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *