Inilah 5 Benda Ekspor Tak Lazim yang Ternyata Mahal

Daftar Indodax

5 Benda Ekspor Tak Lazim yang Ternyata Mahal – Indonesia sudah terkenal di dunia sebagai salah satu pengekspor karet dan kelapa sawit terbesar. Hal itu tidak lepas dari kekayaan alamnya yang luar biasa sehingga sumber dayanya tidak mudah habis. Tentunya hal ini memberikan dampak yang lumayan signifikan bagi ekonomi di Indonesia.

Masih soal ekspor, ternyata ada loh beberapa negara yang melakukan ekspor dengan mengirim benda-benda tak lazim. Bukan kelapa sawit atau barang mainstream lainnya, tapi sesuatu lain yang unik bahkan beberapa terkesan kotor. Hal yang menjadi pertanyaan adalah, ternyata barang-barang tersebut laku dan terbukti membawa pemasukan bagi negara. Lalu benda-benda unik apa yang ternyata diekspor? Simak ulasan menariknya berikut.

Sperma sapi jadi komoditi unggulan Kanada

Mungkin agak aneh didengar, namun itulah memang kenyataannya. Negara yang satu ini memang dikenal jadi salah satu penghasil sperma sapi terbaik di dunia. Pasalnya, sapi-sapi yang dihasilkan pun juga sangat berkualitas, banyak daging, susu, dan tidak mudah sakit. Oleh sebab itu akan jadi keuntungan sendiri kalau ‘bibit’ nya bisa dipakai atau dikawinkan dengan spesies lokal. Tiap tahunnya, Kanada bisa meraup sekitar Rp853 miliar hanya dari penjual sperma sapi ini. Dilansir dari Detik, Indonesia sejatinya juga memulai langkah ekspor sperma sapi, tapi cakupannya masih sekitar Asia Tenggara saja.

Kaki katak yang diekspor negara kita tercinta

Tidak ada yang mengira kalau salah satu komoditi ekspor kita ternyata berasal dari katak. Dilansir dari JPNN, kurang lebih sekitar 500 ton katak asal Indonesia diekspor ke negara Eropa, terutama Perancis. Di sana ternyata kaki katak sangat digemari, bahkan dijadikan makanan berkelas di restoran. Pada tahun 80-an, sebenarnya Perancis sudah melakukan perjanjian impor dengan India dan Bangladesh, namun sayang di sana terjadi kelangkaan sehingga ekspor diberhentikan. Akhirnya Perancis melirik Indonesia, di mana katak sangat melimpah ruah sehingga masih gampang untuk didapatkan.

Kencing Serigala yang bikin Amerika kaya

Selain Sperma Sapi, ada lagi barang ‘kotor’ asal binatang yang ternyata bisa bikin sebuah negara kaya. Benda itu tidak lain tidak bukan adalah kencing serigala. Agak aneh memang, tapi memang inilah salah satu komoditi ekspor menjanjikan dari Amerika. Dilansir dari Fimela, Negeri Paman Sam itu menjual urine serigala pada Jepang sudah sejak lama. Tujuan pembelian benda ini adalah agar urine itu nantinya disiramkan ke jalan raya sehingga banyak kijang yang tak sembarang lewat dan takut ditabrak. Agak unik ya, tapi ternyata memang ada manfaatnya juga.

Rambut juga bisa dijual di luar negeri sana dan laku

Siapa sangka kalau rambut juga menjadi salah satu komoditi yang sangat menjanjikan saat ini. Ya barang yang satu itu dibutuhkan di banyak negara, terutama Israel dan USA. Tentu kebanyakan digunakan untuk alat kecantikan seperti wig dan lain-lain. Misalnya saja di Brazil, tiap tahun rutin melakukan setoran rambutnya ke Israel dan USA. Nah di negara lain yang tak kalah gencar melakukan ekspor rambut adalah India, beberapa media bahkan mengungkapkan perkiraan penghasilan per kapita dari sektor ini. Misalnya saja, pada tahun 2018, mereka dapat kurang lebih sekitar Rp497 miliar. Lumayan juga kan ya.

Kewarganegaraan juga diekspor?

Nah, tentunya sektor yang paling menjanjikan dan tak pernah surut adalah kewarganegaraan. Ya, beberapa negara memang menjual kewarganegaraan pada warga asing. Tujuannya agar saat berkunjung mereka tidak terhambat visa dan lain-lain. Misalnya di satu negara di Kepulauan Karibia, St. Kitts and Nevis, di sana kalian bisa memiliki kewarganegaraan dengan membayar sekitar Rp5,6 miliar saja.

Tentu aturan ini hanya berlaku pada negara yang memperbolehkan kewarganegaraan ganda, kalau orang Indonesia sih agak berat juga ya.

Baca juga : Penerima BPNT PKH Di Kenai Pungutan

Mulai dari sperma sampai kencing hewan ternyata bisa buat suatu negara untung luar biasa ya. Melihat negara kita yang kaya, mungkin sejatinya masih banyak lagi yang bisa diekspor namun belum ditemui saja. Nah, ke depannya semoga bisa banyak ditemukan sehingga dapat membantu keuangan negara.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *