BAM Tak Terkejut BWF Batalkan Semua Turnamen di Bulan September

Berita Badminton: Federasi Badminton Malaysia (BAM) sudah siap menghadapi itu, yakni pembatalan turnamen internasional pada bulan September oleh Federasi Badminton Dunia (BWF). Namun pengumuman BWF kemarin masih diambil dengan kekecewaan oleh asosiasi nasional.

Sementara itu tidak mengejutkan bagi BAM, dan mereka telah membuat rencana untuk mengurangi situasi, penghapusan empat turnamen pasti akan berdampak.

BWF, dalam sebuah pernyataan resmi, mengatakan empat turnamen Asia, termasuk turnamen bergengsi China Open (15-20 September) dan Japan Open (22-27 September) dicabut karena pandemi Covid-19. Dua turnamen lainnya adalah Taiwan Open (1-6 September) dan Korea Open (8-13 September).

Pengumuman terbaru BWF telah menimbulkan ketidakpastian para pemain yang sedang mempersiapkan kejuaraan Piala Thomas dan Uber di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober.

Sekretaris Jenderal BAM, Datuk Kenny Goh merasa bahwa BWF bisa membuat pengumuman lebih awal, tetapi ia mendukung keputusan tersebut.

“Seharusnya BWF membuat pengumuman lebih awal tapi jujur ​​saja, itu tidak mengejutkan kami,” katanya, dilansir dari NST. “Yang penting adalah BWF membuat keputusan karena kesehatan dan keselamatan para pemain, ofisial dan penggemar adalah yang paling penting… kami perlu mendukung itu.”

“Pembatalan turnamen ini pada bulan September tentu akan mempengaruhi persiapan para pemain karena mereka tidak akan memiliki turnamen internasional untuk dimainkan sebelum Piala Thomas dan Uber,” ungkapnya.

“Namun, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kami sekarang akan fokus pada mengatur lebih banyak turnamen internal untuk pemain kami sehingga mereka dapat tetap kompetitif,” tambah Kenny.

Turnamen internal pertama, acara individu setengah kompetisi, akan diadakan bulan depan. BAM juga berencana untuk terus maju dengan Kejuaraan Nasional U-21 pada tanggal 2-6 September dan Final Grand Prix Sirkuit Nasional Junior pada 27-31 Oktober.

Kenny mencatat bahwa pengumuman terbaru BWF telah memberikan BAM indikasi apa yang diharapkan sejauh menjadi tuan rumah Malaysia Open pada 24-29 November.

“Kami telah berdiskusi dengan BWF tentang keprihatinan kami dalam menyelenggarakan Malaysia Open pada November. Yang bisa saya katakan sekarang adalah Thomas Lund (sekretaris jenderal BWF) telah meminta sedikit waktu karena mereka terus memantau situasi global. Kami akan menunggu untuk melihat apa yang harus dikatakan BWF,” jelas Kenny.

BWF belum membuat pengumuman resmi tetapi berdasarkan tren operasionalnya, badan dunia tampaknya mengambil keputusan setiap bulan.

Artikel Tag: BWF, World Tour, Pandemi Covid-19

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *