Ayah Dominic Thiem Terkejut Dengan Keputusan Putranya Terkait Olimpiade

Daftar Indodax

Berita Olahraga – Setelah musim 2020 dilanjutkan pada Agustus lalu, Dominic Thiem akhirnya memecah kebuntuan dan memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di US Open.

Di antara para bintang tenis masa depan, petenis berkebangsaan Austria menjadi petenis putra pertama yang memenangkan Grand Slam setelah ia final French Open musim 2018 dan 2019 ia kalah dari Rafael Nadal dan di final Australian Open musim 2020 ia kalah dari Novak Djokovic.

Mempertimbangkan pandemi COVID-19, Wimbledon dan Olimpiade di Tokyo musim 2020 terpaksa ditunda sampai musim depan.

Ayah Dominic Thiem Terkejut Dengan Keputusan Putranya Terkait Olimpiade

Ayah petenis berkebangsaan Austria, Wolfang Thiem tercengang ketika anaknya mengekspresikan hasratnya untuk berkompetisi di ajang olahraga yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

“Ia ingin bermain di Olimpiade, itu yang ia harapkan. Hal itu juga mengejutkan saya, tetapi hal itu mungkin dipicu dengan kemenangan Grand Slam, ia merasa sedikit lebih bebas dan fokus dengan hal-hal itu.”

Begitu seorang petenis memenangkan gelar Grand Slam, tekanan pada pundak mereka seakan berkurang. Petenis peringkat 3 dunia, Thiem bisa saja merasakan hal yang sama. Sebelumnya, juara US Open musim 2020 melewatkan ajang olahraga yang digelar musim 2016 di Rio de Janeiro untuk alasan selain cedera.

Akan tetapi, beberapa hal kini berbeda bagi runner up Australian Open musim 2020 dan ia menantikan untuk berkompetisi di Olimpiade. Menurut Wolfgang, tenis tidak terlalu penting di ajang olahraga multi internasional tersebut.

“Olimpiade tidak terlalu diperhitungkan dalam tenis, tetapi ia harus memutuskannya,” tambah Wolfgang.

Salah satu alasan kenapa Wolfgang menyarankan anaknya untuk tidak berkompetisi di ajang prestisius tersebut adalah untuk menghindari kelelahan dan cedera. Ia juga menyebutkan bahwa petenis peringkat 3 dunia kini tengah berada dalam kondisi puncaknya dan harus menjaga dirinya sendiri.

“Saat ini ia berusia 27 tahun. Ia harus memastikan bahwa ia mengharaginya dan menjaga semua aspek dari dirinya,” tukas Wolfgang.

Ajang prestisius tersebut biasanya dijadwalkan untuk digelar setelah Wimbledon dan sebelum US Open. Sebelumnya, petenis peringkat 3 dunia lebih memilih untuk melakoni turnamen ATP yang digelar di rumahnya sendiri, Austria dan para petenis biasanya lebih memilih memenangkan gelar Grand Slam daripada medali Olimpiade.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *