Asia Sentinel Minta Maaf kepada SBY dan PD, Proses Hukum Jalan Terus












Wikimedan – Media massa Asia Sentinel akhirnya meminta maaf kepada Partai Demokrat (PD) dan juga Ketua umunya yang merupakan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).






Melalui website resmi www.asiasentinel.com, pihaknya mengakui telah membuat kekeliruan terkait pemberitaan soal bail-out Bank Century yang menyerat nama SBY karena dugaan melakukan ‘konspirasi’ yang merugikan negara.





Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyambut baik permintaan maaf dari Asia Sentinel tersebut. Namun, anak buah SBY itu menegaskan, proses hukum terkait polemik itu tetap dijalankan.





“Kami menghargai permohonan maaf ini. Namun tim sudah berangkat ke Hongkong (selesaikan kasus),” ujar Andi saat dihubungi, Kamis (20/9).





Lebih lanjut dikatakan Andi, pihaknya juga bakal terus mengejar dalang atau aktor intelektual terhadap tuduhan ke Partai Demokrat dan juga SBY.






“Ini belum selesai. Karena di dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar,” tegasnya.






Media massa dalam negeri yang memuat artikel Asia Sentinel juga perlu memberikan pernyataan maaf terbuka terkait pemberitaan yang menyudutkan SBY dan Partai Demokrat. Dia juga meminta Dewan Pers menjadi fasilitator permohonan maaf media massa tersebut.





“Beberapa media yang telah mengutip berita fitnah itu ikut memohon maaf dengan memuat pernyataan maaf dari Asia Sentinel,” pungkasnya.





Berikut ini petikan permintaan maaf dari Asia Sentinel yang diunggah di www.asiasentinel.com





“Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil melakukan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century.”





“Kami mengakui bahwa kami tidak mencari pendapat yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Artikel itu juga hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Ini juga menjadi berita utama yang memanas dan tidak adil bagi mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.”





“Kami telah menarik berita dari situs web Asia Sentinel, tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut. Dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan cerita itu.”





“Kami juga sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman keadilan ini. Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia‎.”





‎Diketahui, Partai Demokrat akan melayangkan gugatan terhadap Asian Sentinel, yang diduga merupakan media berbasis di Hongkong. Dalam artikel yang diterbitkan media itu, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai telah disudutkan.





Tak hanya Asian Sentinel, Demokrat juga siap menggugat wartawan penulis artikel tersebut yakni, John Berthelsen. Karean dalam artikel yang ditulis, John mengaitkan antara Bank Century dengan SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.





Dalam pemberitaan itu, selama dua periode menjabat Presiden RI dari periode 2004-2014, SBY dituding melakukan pencucian uang sebesar 12 miliar dolar AS melalui proses bail out Bank Century.





Namun, tak lama berselang, artikel di laman Asia Sentinel yang berjudul ‘Indonesia’s SBY Goverment: Vast Criminal Conspiracy’, dihapus. 




















(gwn/JPC)


Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *