Antara Investasi dan Asuransi yang Makin Beragam

Pasang Iklan Disini

Salah satu cara untuk menciptakan sendiri jaminan keamanan di masa mendatang adalah memanfaatkan berbagai macam produk keuangan yang kini semakin banyak ditawarkan. Ada berbagai macam produk keuangan dimana asuransi dan investasi menjadi pilihan favorit. Bahkan tak jarang orang memiliki kedua produk ini sekaligus. Selain halnya pilihan produk asuransi, instrumen investasi juga kian beragam seperti investasi SBN ritel, reksadana, deposito dan sebagainya.

Mengenal dan Memilih antara Asuransi dan Investasi

Bagi Anda yang memiliki finansial yang mapan, memang tak ada salahnya memiliki kedua produk keuangan ini dalam sekali waktu. Namun ada kalanya pula seseorang harus bisa memilih mana yang diprioritaskan antara asuransi dan investasi. Nah, apabila Anda berada pada posisi seperti ini, tak ada salahnya mengetahui fungsi masing-masing produk keuangan ini.

Asuransi memiliki fungsian agar Anda maupun keluarga mendapatkan perlindungan dalam hal finansial dari beberapa risiko tertentu yang terjadi secara tiba-tiba. Sementara fungsi dari investasi yaitu memenuhi kebutuhan di kemudian hari supaya daya beli yang Anda miliki tidak terkikis oleh inflasi. Kedua produk keuangan ini hadir dalam berbagai bentuk agar lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asuransi tidak akan melipatgandakan uang karena produk ini tidak dirancang untuk mengembangkan uang. Asuransi cenderung mengantisipasi risiko atas berbagai hal tak terduga seperti sakit maupun kecelakaan yang memicu adanya kerugian finansial.

Umumnya asuransi perorangan terbagi ke dalam asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dan sebagainya. Bahkan kini layanan asuransi juga sangat beragam hingga meliputi smartphone yang digunakan sehari-hari seperti yang bisa Anda lihat di tanamduit asuransi.

Begitu pula dengan investasi yang kini juga semakin beragam dan mudah dijangkau. Ada berbagai macam investasi yang bisa diakses dari smartphone seperti investasi SBN ritel yang bahkan bisa dimiliki dengan bermodal sekitar Rp 1 jutaan saja. Dengan tren positif yang ditunjukkan, memilih diantara kedua produk keuangan ini pun menjadi semakin sulit, terlebih jika dana yang ada sangat terbatas.

Dana terbatas seharusnya sudah bukan lagi menjadi alasan untuk tidak menggunakan kedua produk keuangan tersebut. Mengingat harga premi dan pembelian investasi SBN ritel sudah semakin rendah. Namun jika harus memilih maka sebaiknya prioritaskan asuransi apabila kemungkinan risiko seperti kecelakaan maupun sakit lebih tinggi. Namun jika risiko ini bisa Anda kelola sendiri, investasi tetap layak dipertimbangkan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *