5 Fakta Kematian Helmud Hontong, Wakil Bupati Sangihe yang Menolak Operasi Tambang Emas

Daftar Indodax

5 Fakta Kematian Helmud Hontong, Wakil Bupati Sangihe yang Menolak Operasi Tambang Emas – Menjadi petinggi negara hampir semua bisa, namun jadi pejabat yang benar-benar peduli dengan rakyat mungkin hanya sedikit yang sanggup. Pasalnya banyak pihak yang mungkin tidak setuju dengannya karena berbenturan kepentingan memperkaya diri. Oleh sebab itu, pejabat yang peduli dengan rakyat saat ini dianggap sangat langka.

Wakil Bupati Sangihe mungkin adalah salah satunya. Beliau dengan sekuat tenaga menolak izin tambang yang memiliki potensi untuk merugikan lingkungan dan rakyat. Namun sayang, beliau meninggal dengan cepat dan menimbulkan banyak tanya. Lalu seperti apa kejadian selengkapnya, simak ulasan berikut.

Kronologi meninggalnya Wabup Sangihe

Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong, yang menolak keras izin tambang emas di daerahnya itu sedang jadi buah bibir di masyarakat. Dilansir dari laman Tirto, meninggalnya beliau terjadi ketika dalam perjalanan udara dari Bali ke Manado. Tepatnya pada 9 Juni 2021 beliau menggunakan penerbangan JT-740 dalam perjalannya.

Saat di udara Wabup Helmud mengalami pusing dan meminta digosokkan minyak kayu putih. Setelah meminum air putih, terjadi pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah dari hidung. Ia telah meninggal dunia di dalam pesawat saat dalam perjalanan menuju Makassar untuk transit. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Helmud Hontong sempat diberikan pertolongan pertama oleh penumpang yang merupakan seorang dokter.  Namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong.

Penolakan pada izin tambang emas di Sangihe

Salah satu yang membuat kasus kematian Helmud Hontong ini ramai adalah fakta kalau beliau adalah sosok yang menolak izin tambang emas di Sangihe. Ya, lantaran dirasa izin tambang yang dilakukan oleh PT TMS (Tambang Mas Sangihe) merugikan, terutama untuk pulau kecil, beliau pun bersuara lantang untuk melakukan penolakan.

Sejatinya, penolakan ini tidak hanya dilakukan oleh Helmud Hontong sendiri, namun bersama bupati beliau dan pemda setempat kepada pusat. Namun hanya Helmud Hontong lah yang mengirimkan surat pribadi kepada pusat menolak adanya tambang dan meminta peninjauan ulang agar tidak merugikan masyarakat.

Surat izin tambang yang ternyata sudah ada sejak dulu

Usut punya usut, izin tambang yang dilakukan di Sangihe ini ternyata sudah ada sejak tahun 1997. PT TMS sudah punya izin operasi Kontrak Karya (KK) dengan Indonesia pada tahun 97 dengan Republik Indonesia. Namun hal itu sebatas pada eksplorasi saja belum sampai produksi.

Hingga setelah melakukan perundingan yang panjang dengan Indonesia, munculah surat Kementerian ESDM Nomor 163 K/MB.04/DJB/2021, di mana PT TMS secara resmi bisa memulai proses produksinya. Hal itulah yang jadi permasalahan, pasalnya Sangihe masuk dalam jajaran pulau kecil, memiliki luas 736 kilometer persegi, yang menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 seharusnya tidak boleh ditambang.

Meninggalnya sang wabup dikaitkan dengan tambang

Kematian yang dialami wakil bupati ini membuat sebagian orang menghubungkannya dengan penolakan izin tambang. Apalagi mengingat beliau meninggal di pesawat setelah dengan ciri-ciri yang mencurigakan. Dugaan yang paling umum adalah karena diracun karena kronologi yang terjadi mirip dengan kasus yang dialami oleh Munir.

Oleh sebab itu, banyak pihak yang juga meminta kejelasan dari pihak yang berwajib supaya mengawal serta memberikan hasil autopsi dengan sejelas-jelasnya. Dilansir dari Kompas, salah satu sosok politisi yang berusara akan kejadian ini adalah Guspardi Gaus, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang meminta pemeriksaan secara seksama karena dirasa ada kejanggalan.

Hasil autopsi yang dilakukan oleh polisi

Pihak berwajib pun segera melakukan autopsi pada jenazah Helmud Hontong dan segera merilisnya supaya tidak terjadi kegaduhan. Dilansir dari laman Sindonews, dari hasil pemeriksaan ternyata tidak ada ditemukan adanya racun dalam tubuh jenazah. Itu artinya penyebab kematian dari Wabup Sangihe ini adalah karena penyakit menahun yang sudah diderita. Helmud Hontong ternyata memang punya riwayat penyakit seperti jantung, paru-paru, hingga mag.

Nah, mengenai air putih yang diminum sebelum meninggal, pihak Lion Air mengatakan kalau minuman tersebut tidak disediakan oleh pesawat, karena semua penumpang adalah kelas ekonomi. Air putih atau makanan yang dibawa memang sudah dibawa sejak berada di darat.

Memang meninggalnya sosok Wakil Bupati Sangihe ini menjadi duka bagi kita semua. Mengingat beliau adalah sosok yang sempat memperjuangkan penolakan tambang di pulau kecil. Kini Kementrian ESDM dan pemda pun sedang mengkaji ulang mengenai izin yang ada di sana. Semoga ditemukan jalan keluarnya dan semoga Helmud Hontong tenang di sisi-Nya.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *