4 Fakta Operasi Militer Nyeleneh Myanmar yang Memindahkan Arwah ke ‘Rumah’ Baru

Daftar Indodax

4 Fakta Operasi Militer Nyeleneh Myanmar yang Memindahkan Arwah ke ‘Rumah’ Baru – Keadaan di Myanmar saat ini memang tidak baik-baik saja. Sejak dilakukan kudeta dari pihak militer beberapa waktu yang lalu, banyak demo besar yang terjadi. Bahkan dari demo-demo tersebut telah meregang nyawa beberapa pendemo dan membuat dunia berduka. Kita doa kan saja supaya Myanmar baik kembali seperti dulu kalah.

Masih berhubungan dengan Myanmar, kalau operasi militer sekarang erat dengan kudeta maka dulu beda lagi cerita. Pasalnya negara ini sempat melakukan operasi militer berupa pemindahan hantu, mungkin baru tentara Myanmar yang pertama kali melakukannya di dunia. Lalu kenapa hal itu bisa terjadi? Simak ulasan berikut.

Gak hanya memindahkan ibukota namun juga hantu

Proses pemindahan ibukota Myanmar ke Napydyaw ternyata bukan hal yang sepele, pasalnya ada beberapa arwah yang juga harus dipindahkan. Ya, pihak berwajib Myanmar masih memegang kepercayaan lama, di mana jika dilakukan pemindahan kuburan maka perlu dilakukan pula pengantaran arwah penghuninya ke tempat baru.

Oleh sebab itu, pihak militer pun diturunkan untuk ikut turut serta memindahkan para arwah ini. Ada kurang lebih 12 truk yang berangkat selama tiga hari untuk mengantar para penghuni gaib ini. Tak lupa, pemerintah yang berkuasa pada saat itu juga memakai saja natasaya atau dukun untuk menjadi jembatan penghubung antaran dua dunia.

Banyaknya kejadian aneh saat pemindahan hantu

Melakukan operasi militer yang berhubungan dengan hal spiritual, tentunya tidak terlepas dengan kejadian mistis. Hal itu pula yang terjadi dengan prosesi pemindahan hantu dari Napydyaw ini. Dilansir dari laman Detik, yang dipindahkan dari kuburan Napydyaw ini kebanyakan adalah arwah tentara Jepang yang penasaran di perang dunia kedua.

Karena berusia sangat lama, wajar kalau mereka ada yang tidak mau untuk pindah. Banyak kejadian tak biasa yang dialami, mulai truk yang tiba-tiba mogok, kucing di area sekitar yang tiba-tiba mati dan lain-lain. Hingga suatu saat ada biksu yang membantu pemindahan dengan berdoa supaya para arwah bisa tenang, operasi militer ini akhirnya berhasil.

Tiga hantu yang tertinggal dan mimpi yang aneh

Setelah proses pemindahan makam dan hantu dikira selesai, ternyata malah ada gangguan lain yang  terjadi. Ada anggota militer yang tak tenang karena selalu bermimpi bertemu dengan tiga hantu. Beberapa gangguan pun datang menyelimuti setelahnya. Alhasil, dilakukan kembali pemerikasaan ke tempat makam awal, ditakutkan ada hal yang tertinggal.

Dan benar, ternyata ada tiga makam yang tersembunyi dalam semak belukar yang belum dipindahkan. Alhasil, truk disiapkan kembali oleh pihak militer untuk mengangkut kuburan dan hantu yang tertinggal ini. Setelah semua sudah dipindahkan, maka operasi militer tak biasa ini dianggap sudah selesai.

Napydyaw, ibukota ‘hantu’ tanpa hantu

Napydyaw memang disebut ibukota ‘hantu’, namun tanpa hantu. Sebutan ini karena saking sepinya kota itu, sehingga banyak orang luar yang menganggap kalau penghuninya kebanyakkan hantu. Namun kenyataannya, hantu di kota ini semua sudah dipindahkan dengan melakukan operasi militer tak biasa tadi. Dilansir dari laman Tribunnews, sebenarnya alasan pemindahaan Napydyaw ini juga lumayan unik.

Selain karena takut meningkatnya debit air laut di ibukota sebelumnya, pemerintah saat itu percaya pada ramalan. Ya, ibukota harus segera dipindahkan supaya tidak terkena kesialan. Alhasil, meskipun harus melakukan operasi militer pemindahan hantu, semua dilakukan supaya tidak menerima ramalan buruk dan bisa bikin negara hancur.

Operasi militer yang ada di Myanmar ini memang tak biasa, apalagi bagi orang yang bukan berasal dari negara itu. Bagi penduduk Myanmar, ini adalah hal yang harus dilakukan karena banyak dari mereka yang masih memegang tradisi dan kepercayaan. Memang nyeleneh ya, tapi bagaimanapun itu merupakan keyakinan dan hak mereka.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *