HiburanTeknologiTips

Kenapa Lagu Tertentu Tiba-Tiba Ada di Mana-Mana di TikTok? Ini Rahasianya

Pernah mengalami hal seperti ini?

Anda membuka TikTok dan menemukan sebuah video menggunakan lagu yang belum pernah didengar sebelumnya. Beberapa menit kemudian, lagu yang sama muncul lagi. Kali ini videonya berbeda.

Besoknya muncul lagi.

Lusa terdengar lagi dari kreator lainnya.

Awalnya Anda tidak terlalu memperhatikan. Tetapi karena potongan lagu tersebut terus terdengar, tanpa sadar Anda mulai hafal melodinya.

Kemudian muncul rasa penasaran:

“Ini lagu siapa?”

Fenomena seperti ini menunjukkan salah satu kekuatan TikTok dalam memperkenalkan musik. Sebuah lagu dapat hadir dalam berbagai video karena banyak kreator menggunakan sound yang sama.

Bagi musisi, label, atau pemilik lagu, kondisi tersebut membuka strategi promosi yang menarik.

Jangan hanya mengejar berapa orang yang menonton satu video.

Pikirkan juga berapa banyak orang yang membuat video menggunakan lagu Anda.

Viral Bukan Selalu Berawal dari Satu Video

Banyak orang membayangkan promosi musik di TikTok seperti ini:

Upload video → Mendapat jutaan view → Lagu viral.

Padahal jalurnya tidak harus selalu seperti itu.

Ada pendekatan lain:

Buat Sound → Banyak Kreator Menggunakan → Muncul Banyak Video → Lagu Semakin Sering Terdengar → Lebih Banyak Orang Mengenalnya.

Perbedaannya cukup besar.

Jika Anda hanya mempunyai satu video, distribusi lagu sangat bergantung pada performa video tersebut.

Tetapi apabila terdapat 100 video dari 100 akun berbeda, Anda mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menjangkau penonton.

Bayangkan 100 Orang Memakai Lagu yang Sama

Misalnya Anda baru merilis lagu.

Kemudian 100 kreator TikTok membuat video menggunakan potongan lagu tersebut.

Mereka tidak harus membuat konten yang sama.

Satu orang membuat dance.

Satu membuat video traveling.

Satu membuat konten kuliner.

Satu membuat fashion transition.

Satu membuat video bersama pasangan.

Yang lainnya membuat komedi, olahraga, daily vlog, POV, hingga storytelling.

Sound-nya sama.

Tetapi setiap video mempunyai cerita dan audiens berbeda.

Baca Juga  Vivo Bakal Luncurkan Smartphone Layar Lipat?

Konsepnya menjadi:

1 Lagu → 1 Sound → 100 Kreator → 100 Video → 100 Titik Distribusi.

Inilah yang membuat strategi memperbanyak penggunaan sound menarik untuk dicoba.

Jangan Promosikan Seluruh Lagu

Sebelum mengajak banyak kreator menggunakan sound, tentukan dahulu bagian yang paling kuat.

Anda tidak perlu menggunakan seluruh lagu.

Cari sekitar 15–30 detik yang paling mudah diingat.

Bisa chorus.

Bisa lirik yang unik.

Bisa bagian emosional.

Bisa beat drop.

Atau bagian yang mudah digunakan sebagai background video.

Pertanyaannya sederhana:

“Kalau orang hanya mendengar lagu ini selama 20 detik, bagian mana yang paling mungkin membuat mereka penasaran?”

Gunakan bagian tersebut.

Karena terkadang yang membuat orang mencari sebuah lagu lengkap justru berawal dari beberapa detik yang terus mereka dengar di TikTok.

Masalahnya: Siapa yang Mau Menggunakan Sound Baru?

Inilah tantangan lagu yang belum dikenal.

Jika sebuah sound sudah populer, banyak orang mungkin menggunakannya secara sukarela.

Tetapi bagaimana dengan lagu baru?

Anda membutuhkan pengguna pertama.

Salah satu pendekatannya adalah membuat Kampanye Posting TikTok di RajaKomen.com.

Melalui campaign, pemilik lagu dapat memberikan tugas kepada member untuk membuat video TikTok menggunakan sound tertentu.

Contoh instruksinya:

“Buat satu video TikTok menggunakan sound berikut selama minimal 15 detik. Tema video bebas, sesuaikan dengan karakter akun masing-masing.”

Sertakan link sound.

Member yang mengikuti campaign kemudian membuat video melalui akun mereka.

Sekarang sound yang awalnya hanya digunakan oleh pemilik lagu mulai mempunyai lebih banyak video.

Jangan Buat 100 Video yang Terlihat Seperti Iklan

Ini sangat penting.

Jika semua kreator membaca script yang sama, melakukan gerakan sama, dan membuat video identik, hasilnya mudah terasa seperti kampanye massal.

Berikan ruang kreativitas.

Yang harus sama cukup sound-nya.

Kontennya biarkan berbeda.

Misalnya:

Sound + Dance

Sound + Kuliner

Sound + Traveling

Sound + Fashion

Sound + Couple

Sound + Komedi

Sound + POV

Sound + Storytelling

Dengan demikian, satu lagu dapat masuk ke berbagai jenis konten tanpa kehilangan identitas sound-nya.

Dari “Tidak Kenal” Menjadi “Kok Lagu Ini Lagi?”

Tujuan awalnya bukan memaksa orang menyukai lagu.

Tujuannya adalah memperbesar kesempatan orang menemukan dan mengenali lagu tersebut.

Hari pertama:

“Lagu apa ini?”

Beberapa hari kemudian:

“Kayaknya pernah dengar.”

Kemudian:

“Kok lagu ini muncul lagi?”

Sampai akhirnya:

“Siapa penyanyinya?”

Semakin banyak video yang menggunakan sound, semakin banyak kesempatan terjadinya proses pengenalan tersebut.

Baca Juga  Laba Axiata Group Turun 45 Persen

Tentu tidak ada jaminan sebuah lagu akan viral. Kualitas musik, kreativitas video, karakter audiens, timing, dan respons pengguna tetap mempunyai pengaruh besar.

Jangan Kejar Semua Video, Cari Video Pemenangnya

Ada keuntungan lain ketika mempunyai banyak kreator.

Anda dapat melakukan eksperimen.

Misalnya 50 member RajaKomen.com membuat 50 video berbeda.

Setelah beberapa waktu, ternyata hasilnya seperti ini:

Video dance biasa saja.

Video traveling lumayan.

Video pasangan mendapatkan banyak komentar.

Video before-after mendapatkan banyak share.

Sekarang Anda mendapatkan informasi penting.

Ternyata sound tersebut cocok dengan format tertentu.

Campaign berikutnya dapat mengembangkan lebih banyak variasi dari konsep yang memperoleh respons menarik.

Strateginya:

Banyak Video → Lihat Data → Temukan Pola → Kembangkan Konten Terbaik → Perluas Distribusi.

Jadi Kampanye Posting tidak hanya berfungsi untuk distribusi, tetapi juga dapat menjadi cara menguji berbagai konsep penggunaan lagu.

Tujuan Besarnya Bukan Campaign Selamanya

Ada satu titik yang jauh lebih menarik.

Orang yang tidak ikut campaign menemukan salah satu video.

Ia menyukai sound tersebut.

Kemudian menekan tombol untuk menggunakan sound dan membuat videonya sendiri.

Inilah yang diharapkan: penggunaan organik.

Campaign hanya menjadi pemantik.

Selanjutnya daya tarik sound dan kreativitas kontenlah yang menentukan apakah pengguna lain tertarik ikut menggunakannya.

Alurnya dapat menjadi:

Sound Baru → Kampanye Posting RajaKomen.com → Banyak Kreator Membuat Video → Sound Mendapat Distribusi → Orang Menemukannya → Sebagian Mulai Menggunakan Secara Organik.

Jangan Biarkan Orang Penasaran tetapi Tidak Menemukan Lagunya

Jika strategi berhasil membuat orang penasaran, pastikan perjalanan berikutnya mudah.

Cantumkan nama artis dengan jelas.

Tuliskan judul lagu.

Rapikan profil TikTok.

Sediakan informasi mengenai versi lengkapnya.

Arahkan menuju YouTube atau platform streaming resmi.

Dengan begitu:

TikTok → Sound → Rasa Penasaran → Profil Artis → Lagu Lengkap → Pendengar Baru.

TikTok berfungsi sebagai pintu masuk.

Lagu Bagus Membutuhkan Kesempatan untuk Didengar

Musisi dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan membuat sebuah lagu.

Menulis lirik.

Membuat aransemen.

Rekaman.

Mixing.

Mastering.

Membuat cover.

Bahkan membuat video musik.

Sayang sekali apabila setelah semuanya selesai, strategi promosinya hanya:

Upload sekali lalu menunggu.

Buat lebih banyak kesempatan agar lagu ditemukan.

Pilih 15–30 detik bagian terbaik, jadikan sound TikTok, lalu gunakan Kampanye Posting TikTok di RajaKomen.com untuk mendapatkan distribusi awal melalui banyak member.

Biarkan setiap kreator membuat konsep berbeda.

Analisis konten yang mendapatkan respons menarik.

Kembangkan format terbaik.

Kemudian lihat apakah penggunaan organik mulai tumbuh.

Karena di TikTok, pertanyaan pentingnya bukan hanya:

“Berapa banyak orang yang sudah menonton video lagu saya?”

Tetapi juga:

“Berapa banyak video yang sudah menggunakan lagu saya?”

Semakin banyak pintu yang dibuat, semakin banyak kesempatan orang menemukan karya Anda.

Share :