Trump – Kim Bertemu Di Singapura, Pembahasannya Apa Sajakah ??

Wikimedan.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump akhirnya menandatangani suatu dokumen kesepakatan, memuncaki KTT bersejarah itu di Pulau Sentosa, Singapura, yang berlangsung sejak pagi.

“Semua pembicaraan berlangsung jauh lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang. Kami senang dengan kesepakatan ini,” kata Presiden Trump kepada wartawan.

Sementara itu Kim Jong-un, melalui penerjemahnya mengatakan: “Kami memutuskan untuk meninggalkan masa lalu di belakang”.

Dan “dunia akan menyaksikan sebuah perubahan besar,” tambahnya.

Namun belum jelas, apa isi dokumen kesepakatan yang baru ditandatangani itu.

 

Seperti dilansir dari laman bbc.com , Pertemuan empat mata itu sendiri (delapan mata, dengan penerjemah kedua belah pihak), menurut Gedung Putih berlangsung seluruhnya dalam 38 menit.

Para anggota rombongan Donald Trump dan Kim Jong-un, saat pertemuan empat mata itu, menunggu di ruangan lain.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump memulai KTT bersejarah itu di Pulau Sentosa, Singapura Selasa (12/6) pukul 09:00 (08:00) pagi.

Keduanya tiba beberapa menit sebelumnya secara terpisah.

Beberapa menit setelah pukul 09:00, Kim dan Trump muncul di hadapan wartawan yang menanti mereka, lalu berpose di depan bedera-bendera besar kedua negara. Bersalaman selama beberapa belas detik, lalu berbalik ke arah wartawan, untuk berpose.

Donald Trump dan Kim Jong-un menjadi presiden AS dan pemimpin Korea Utara pertama yang akhirnya bertemu setelah setahun sebelumnya saling melontarkan ancaman.

Trump dan Kim bertemu dan berjabat tangan di Capella, sebuah hotel mewah di Pulau Sentosa, sebuah kawasan wisata di Singapura, setelah sebelumnya sempat hampir gagal karena dibatalkan secara sepihak oleh Trump. Mereka membahas perlucutan senjata nuklir dan peredaan ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam jumpa pers singkat sebelum pembicaraan langsung tanpa tim yang hanya didampingi penerjemah, Donald Trump mengawali percakapan dengan: ‘Ini merupakan kehormatan bagi saya,’

“Saya merasa sungguh senang. Kami akan melangsungkan diskusi yang baik dan saya kira akan membuahkan keberhasilan besar. dan merupakan kehormatan bagi saya, dan kami akan menjalin hubungan yang sangat luar biasa, saya tak ragu (soal itu),” tambahnya.

Lalu Kim Jong-un (melalui penerjemah) menambahkan: “Ya, tidak mudah untuk sampai ke pertemuan ini. Masa lampau … dan prasangka-prasangka lama dan perilaku (lama) menjadi penghalang bagi upaya kami melangkah ke depan. Namun kami bisa mengatasinya dan kami kini berada di sini hari ini.

Lalu: Thank you, thank you -terima kasih, terima kasih, yang diucapkan berkali-kali.

Keduanya kemudian beranjak menuju ruangan pertemuan sebelum kemudian makan siang.

Pembicaraan pendahuluan antara para pejabat kedua negara telah dilakukan menjelang pertemuan pertama yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hasil pembicaraan ini akan menentukan nasib program nuklir Korea Utara. AS menegaskan hanya akan menerima denuklirisasi sepenuhnya di Semenanjung Korea.

Korut menyatakan kesiapan untuk melakukan denuklirisasi, tetapi istilah ini mengandung banyak tafsir.

Masih belum jelas apa yang diminta Pyongyang sebagai imbalannya. Inilah menurut para pengamat yang membuat KTT ini sulit diramalkan.

Apa yang dibahas?

KTT berfokus pada program nuklir kontroversial Korea Utara.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS hanya akan menerima “denuklirisasi yang menyeluruh, dapat diuji dan tidak bisa diubah lagi” – tetapi akan menawarkan jaminan keamanan “unik”.

Pertemuan ini juga bisa menjadi ajang pembicaraan akhir perang Korea. Sebab, konflik yang terjadi pada 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian final. Trump mengatakan penandatanganan perjanjian perdamaian mungkin akan menjadi “bagian yang mudah”.

Mengapa ini luar biasa?

Selama beberapa dekade, Korea Utara dianggap sebagai negara paria, dan sekarang pemimpin terbaru sedang diperlakukan sebagai negarawan dunia.

Tahun lalu, akan menjadi pemandangan langka untuk melihat bendera Korea Utara berkibar di negara-negara di Asia.

Sekarang, Kim Jong-un – yang menjalankan rezim totaliter dengan sensor ekstrim dan kamp kerja paksa – bertemu dan menyapa orang-orang terhormat.

Bagaimana KTT bisa mencapai titik ini?

Kedua pemimpin memiliki hubungan pasang surut yang luar biasa dalam 18 bulan terakhir.

Tahun pertama Trump menjadi presiden ditandai dengan hubungan buruk antara dirinya dengan Kim – setelah Korea Utara melakukan sejumlah uji coba peluru kendali balistik meskipun ditentang dunia.

Presiden AS berhasil memperketat sanksi PBB terhadap Korut dan mendapat dukungan Cina.

Dia juga bersumpah akan melancarkan “api dan kemarahan” jika Pyongyang terus mengancam AS. Kim menyebutnya sebagai seseorang yang “gila mental” dan “orang tua yang pikun”.

Korut terus melawan dengan melakukan uji coba nuklir keenam pada bulan September 2017. Tidak lama kemudian, Kim menyatakan negaranya telah meraih misi sebagai sebuah negara nuklir, karena peluru kendalinya dapat mencapai AS.

Tetapi pada permulaan tahun 2018, terjadi perubahan besar.

Dimulai dengan langkah diplomatik Korea Utara terhadap Korea Selatan terkait dengan Olimpiade Musim Dingin. Dan pada bulan Maret, Trump mengejutkan dunia karena menerima undangan Kim untuk bertemu langsung.

Incoming search terms:

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Silahkan komentar