Singkawang Kota Paling Toleran, Ini Mekanisme Penilaiannya

Wikimedan – Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dinobatkan menjadi kota paling toleran berdasarkan kajian dan indexing yang dilakukan Setara Institute. Singkawang memperoleh skor tertinggi dengan total 6.513, dari 94 kota di seluruh Indonesia yang menjadi objek studi.

Dalam mengukur Indeks Kota Toleran (IKT) 2018, Setara Institute menggunakan kerangka Grim dan Finke yang dimodifikasi dengan variabel lain, yaitu komposisi penduduk berdasarkan agama. Maka, ditetapkan empat variabel sebagai alat ukur.

Pertama, regulasi pemerintah kota dengan indikator rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD,  dan produk hukum pendukung lainnya serta kebijakan diskriminatif. Pada variabel itu, Singkawang mendapat skor 0.633 dan 1.330.

Kedua, tindakan pemerintah dengan indikator pernyataan pejabat kunci tentang intoleransi dan tindakan nyata terkait peristiwa. Singkawang mengumpulkan skor 0.600 dan 1.050.

Ketiga, regulasi sosial dengan indikator peristiwa toleransi dan dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi. Singkawang berhasil memperoleh skor 1.400 dan 0.700.

Terakhir, yakni demografi agama dengan indikator heteregonitas keagamaan penduduk dan inklisi sosial keagamaan. Singkawang memperoleh skor 0.300 dan 0.500.

Setara Institute juga memeriksa kota-kota tersebut berdasarkan seberapa besar kebebasan beragama/berkeyakinan, kesetaraan gender, serta inklusi sosial dijamin dan dilindungi melalui regulasi dan tindakan.

Pengukuran yang dilakukan menggunakan paradigma negative rights, sesuai dengan karakter rumpun kebebasan sipil politik, yang diukur secara negatif.

Selain itu, diperiksa pula tindakan positif pemerintah kota dalam mempraktikkan dan mempromosikan toleransi, baik yang tertuang dalam kebijakan, pernyataan resmi, respons atas peristiwa, maupun membangun budaya toleransi di masyarakat.

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, dalam konteks studi ini, pihaknya meneliti sejauh mana konsep toleransi kota mempengaruhi perilaku sosial antar identitas dan entitas warga kota.

Di antaranya soal kebijakan pemerintah kota, tindakan aparatur pemerntah kota, perilaku antar entitas di kota-warga dengan warga, pemerintah dengan warga, dan relasi dalam heterogenitas demografis warga kota.

“Termasuk adakah upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas keagamaan warga,” ujarnya dalam acara pemberian penghargaan IKT 2018 di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Adanya IKT diharap mampu mendorong publik untuk hidup dalam iklim toleran. “Ini salah satu program kami sudah 3 tahun kami laksanakan. Harapannya di tahun mendatang akan lebih besar lagi diselenggarakan,” pungkas Hendardi.

Adapun 10 kota toleran tertinggi versi Setara Institute, antara lain:

1. Singkawang, 6.513
2. Kota Salatiga, 6.447
3. Pematang Siantar, 6.280
4. Kota Manado, 6.030 
5. Ambon, 5.960
6. Kota Bekasi, 5.890
7. Kota Kupang, 5.857
8. Kota Tomohon, 5.833
9. Binjai Sumatera Utara, 5.830
10 Kota Surabaya, 5.823.

(yes/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *