Sering Migrain? Ini Solusi nya

Wikimedan – Pada biasanya, migrain bisa terjadi sampai tiga kali lebih banyak pada wanita diperbandingkan pria dan paling awam berusia 30-an dan 40 tahun. Faktanya, lebih dari satu dari empat wanita berusia 30-an mengalami migrain. Sedangkan, di umur hal yang demikian merupakan masa-masa mengasuh si kecil.

Nah, berdasarkan dr Jessica Ailani, direktur Sentra Sakit Rumah Sakit Sentra MedStar Georgetown University, di Washington DC, yang tak jarang menjadi pertanyaan besar bagi banyak ibu yang mengalami migrain merupakan, “Bagaimana aku dapat membesarkan si kecil jika mengangkat kepala saja sakit?”.

“Jawabannya merupakan mengajar diri sendiri dan menjalankan seluruh kemungkinan untuk merasa lebih bagus. Padahal migrain tak menentu kapan dapat redanya, kita perlu mengontrolnya secara aktif, alih-alih menghindarinya,” ujar dr Jessica dikutip dari Parents.

Sebuah studi dari Mayo Clinic juga menampilkan bahwa kebanyakan ibu yang menderita migrain mengakui bahwa sebab sakit kepala, mereka nggak merasakan kegiatan keluarga sebanyak yang mereka berkeinginan. Lalu, sebanyak 37 persen mengatakan bahwa gangguan hal yang demikian sudah mengganggu kecakapan mereka untuk menjadi orang tua dengan bagus. Nah, berikut ini, sistem cerdas menyelesaikan migrain.

1. Dapatkan Pemicunya

Migrain bisa dibawa oleh seluruh sesuatu mulai dari makanan, cuaca (terlebih hari yang panas atau penuh badai) sampai wewangian tertentu, seperti cairan pembersih dan parfum. Terutamanya lagi, “otak migrain” itu hipersensitif, tidur atau makan yang tak teratur, serta stres yang berkelanjutan.

Untuk menghindarinya, tulis sebagian makanan yang kita konsumsi atau mungkin kesibukan yang kita lakukan. Dapat juga kita pakai aplikasi pelacak pemicu seperti “Migraine Buddy” (free untuk iOS dan Android).

2. Sesuaikan Gaya Hidup

Sebuah studi di Universitas Stanford baru-baru ini menemukan bahwa menjaga tradisi tidur, olahraga, makan, dan hidrasi yang bagus bisa mengurangi frekuensi migrain sekitar 50 persen. Dalam sebuah penelitian di Swedia, latihan 40 menit tiga kali seminggu rupanya sama efektifnya dengan pengobatan resep untuk mengurangi frekuensi migrain.

“Aku menemukan bahwa ibu tak jarang merasa mereka tidak ada waktu untuk mengurus diri mereka sendiri. Aku tak jarang merekomendasikan untuk modifikasi gaya hidup, seperti berlatih yoga atau berjalan-jalan tiap-tiap hari,” kata Dawn Buse PhD dari Albert Einstein College of Medicine dan direktur pengobatan perilaku di Montefiore Headache Center.

3. Pakai Obat yang Ideal

Untuk menyelesaikan migrain, dr Elizabeth Loder dari Harvard Medical School merekomendasikan untuk memilih obat yang ideal. Amati ini sebab ada sebagian obat yang cuma menghilangkan nyeri sementara dan dapat kumat lagi. juga efek samping yang dapat terjadi, seperti kelemahan otot, pusing, dan mual. Ada sebagian obat juga yang dapat memunculkan alergi, untuk itu pilih obat yang layak ya, Bun.

4. Buat ‘Kit Migrain’

Lisa Jacobson, pendiri kelompok sosial online The Daily Migraine, memberi anjuran supaya kita membikin kit atau bahan-bahan yang diperlukan ketika kita dilanda migrain. Kit hal yang demikian dapat dipenuhi dengan obat-obatan, air mineral, kompres es, permen jahe dan minyak peppermint.

Lisa juga merekomendasikan bila berharap menjalankan kesibukan dengan si kecil-si kecil tetapi terbukti kita terserang migrain untuk si kecil-si kecil. Kita dapat mempersiapkannya dengan mengisi ransel kita dengan mainan unggulan si kecil atau buku gambar. Nah, untuk bayi atau balita kan nggak dapat dibolehkan sendiri, jadi coba lakukan yoga bersamanya.

Nah, bila kita sedang mempersiapkan makan malam, tetapi tiba-tiba migrain melanda, setidaknya kita telah siap sedia dengan bahan kuliner yang paling mudah dibuat, seperti tumisan atau sop.

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *