Libatkan Dua Anak di Bawah Umur, Penjambret Terpaksa Didor







Wikimedan – Aparat Polres Palangka Raya terpaksa melepaskan timah panas kepada Ahmad Yuda Pratama. Pria berusia 19 tahun mengajak dua orang anak di bawah umur untuk melakukan aksi jambret. Penembakan itu terkait upaya dia ingin melarikan diri dengan melawan petugas.





Sementara dua anak di bawah umur yang diajak menjambret oleh Ahmad Yuda yakni GI, 15, dan ME, 16. Mereka diringkus aparat kepolisian pada Minggu dini hari (14/10).





Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, ketiga jambret tersebut sudah beraksi di lima lokasi. Di antaranya Jalan Lawu, Bukit Keminting dua kali, RTA Milono dan Bukit Raya.





Mereka dalam beraksi selalu bergantian dengan motor Honda CB 150 R yang dikemudikan Ahmad Yuda Pratama. Sedangkan peran GI dan membantu menarik tas korban. Saat diringkus, dari ketiga pelaku disita barang bukti berupa Handphone Lenovo, Oppo, dan uang tunai Rp 600 ribu.





“Satu pelaku bernama Ahmad Yuda Pratama terpaksa kami lumpuhkan dengan dua tembakan di bagian kaki kanannya. Yang bersangkutan mencoba melarikan diri saat mau diamankan,” ucap Timbul RK Siregar seperti dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Senin (15/10).





Dia menyebut, ketiga pelaku termasuk target operasi. Untuk dua tersangka berinisial GI dan ME masih di bawah umur.






Sementara itu, Ahmad Yuda Pratama mengaku baru tiga bulan ini sebagai jambret. Dia dan rekan-rekannya selalu beraksi di lima lokasi. “Saya otak dari aksi penjambretan tersebut dan semua korbannya adalah cewek,” ucapnya kepada Kapolres sambil menahan rasa sakit.






Saat ditangkap Ahmad Yuda Pratama merintih kesakitan dan berteriak saat dua timah panas dikeluarkan dari kakinya di RS Bhayangkara Palangka Raya.





Beralih dari Yuda, Kalteng Pos mencoba berkomunikasi terhadap ME dan GI untuk mengetahui keterlibatan keduanya dalam aksi tersebut. “Awalnya kami hanya ingin membantu Yuda yang sedang krisis ekonomi, namun lama-kelamaan kami kesian dengan para korban dan ingin berhenti. Tetapi dilarang oleh Yuda dan kami berdua diancam dibunuh,” ungkap keduanya kepada Kalteng Pos.





Keduanya sudah berkali-kali menghindar dari Yuda, namun tidak bisa. Keduanya ketakutan dengan ancaman sadis Yuda. Jika GI dan ME tidak mengikuti apa kehendak pelaku keduanya akan dibunuh dan keluarganya juga ikut menjadi korban.





“Kami tidak berani melawan dengan Yuda, karena dia mengancam membunuh keluarga kami. Saya saja pernah di todong pakai pisau oleh Yuda karena tidak mau menuruti kehendaknya untuk melakukan jambret,” tegas GI tertunduk.





(iil/jpg/JPC)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *