Kemungkinan Adanya Rupiah Digital Akan Di Rilis BI

Wikimedan – Meski mengharamkan pengunaan mata uang digital (cryptocurrency) sebagai alat pembayaran, namun Bank Indonesia (BI) tak menutup mata atas kian maraknya uang virtual ini.

BI malahan mengaku akan turut memanfaatkan ketidakhadiran teknologi blockchain yang menjadi teknologi dasar beroperasinya cryptocurrency seumpama bitcoin, ripple, dan mata uang digital lainnya.

Dengan teknologi itu, tak menutup kemungkinan mata uang rupiah fisik yang diedarkan BI selama ini, berubah menjadi digital.

Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Cara Pembayaran Bank Indonesia (BI) Susiati Dewi menyebutkan, teknologi mata uang digital akan mulai diujicobakan BI pada tahun ini. Hal ini bertujuan untuk efisiensi industri sistem pembayaran.

“Suatu saat mungkin saja uang fisik yang kami edarkan menjadi digital. Kini belum. Seluruh negara di dunia belum ada yang merilis,” kata Susi ketika berkunjung ke kantor redaksi Kontan, Jumat (26/1/2018).

Ia mengatakan, uji coba dan kajian penggunaan mata uang virtual ini juga sudah dilaksanakan oleh bank sentral negara-negara lain. Sasaran ke depan, antar bank sentral ataupun negara bisa bertransaksi menggunakan uang kripto yang diakui seluruh otoritas.

Tapi, mata uang virtual BI ataupun bank sentral ini bakal berbeda dengan mata uang kripto yang ketika ini sudah ada. Karena mata uang digital yang dirilis bank sentral tetap akan mempunyai aset yang menjadi dasar transaksi.

Susi juga menyebut, pola perhitungan sirkulasi mata uang digital akan disesuaikan dengan situasi ketika ini, seperti halnya sirkulasi uang rupiah yang memperhitungkan inflasi yang terjadi.

Menurut ia, Bank Sentral Singapura menjadi yang pertama kali menggunakan teknologi itu untuk sistem Real Time Gross Settlement (RTGS). “Mereka bilang teknologinya masih belum stabil,” ujarnya.

BI mencatat, ketika ini sudah ada 1.490 cryptocurrency yang berkembang di dunia, termasuk bitcoin. Bitcoin menjadi mata uang digital yang paling terkenal karena skor pasarnya paling besar di dunia.

Observasi imbasnya

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menunjang langkah bank sentral ini. Karena teknologi blockchain bukan sesuatu yang haram. Karena virtual currency swasta yang tak diperkenankan.

Jikalau BI akan menerbitkan uang digital, perlu memandang sejumlah hal, secara khusus akibat ke ekonomi Indonesia. “Apakah meningkatkan inflasi atau membikin ekonomi lebih efisien,” katanya.

Yang lebih penting lagi, BI perlu mengawasi dan mempertimbangkan keamanan sirkulasinya. BI juga perlu melaksanakan edukasi ke masyarakat. Jangan sampai memunculkan modus baru pencurian dan pencucian uang.

 

Berita ini sudah tayang di Kontan dengan judul Bank sentral mulai siapkan pesaing bitcoin

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Silahkan komentar