Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pihak Jeremy Thomas Buka Suara

Wikimedan.com. Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pihak Jeremy Thomas Buka Suara . Jeremy Thomas ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan sebesar Rp 16 miliar. Pihak Jeremy Thomas pun angkat bicara.

Penyidik Polda Metro Jaya mengirimkan SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan) dugaan kasus penipuan pengalihan aset vila di Bali, yang melibatkan artis senior Jeremy Thomas, ke Kejati DKI Jakarta. Polisi mengatakan status Jeremy sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan pihaknya mengirimkan SPDP ke Kejati DKI Jakarta lantaran sebelumnya menerima pelimpahan berkas dari Polda Bali.

“Adapun proses penanganan yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya merupakan penyidikan lanjutan yang mana sebelumnya dilakukan oleh penyidik Polda Bali dan telah dikirimkan ke JPU Bali, namun P-19 dengan petunjuk bahwa locus delicti ada di Jakarta,” jelas Argo .
Penetapan status tersangka Jeremy Thomas terkait pengalihan aset villa di Ubud, Bali senilai Rp 16 miliar. Pelapor, Alexander Patrick Morris mengalami kerugian sebesar Rp 16 miliar.

Atas dasar itulah, penyidik Polda Metro Jaya kemudian mengirimkan SPDP kasus Jeremy ke Kejati DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, penyidik Polda Metro Jaya akan melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Statusnya sudah tersangka,” imbuh Argo.

Secara terpisah, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto menjelaskan bahwa Jeremy sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Bali.

“Sejak disidik di Polda Bali, statusnya sudah tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Bali. Namun, karena petunjuk dari Kejati Bali locus delicti-nya di Jakarta, sehingga Polda Bali melimpahkan ke Polda Metro Jaya dan Jeremy sebelumnya sudah diperiksa sebagai tersangka di Polda Bali,” terang Didik saat ditemui di gedung Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Adapun Polda Metro Jaya mengirimkan SPDP ke Kejati DKI karena merupakan prosedur yang harus dilakukan.

“Kita ya kirim SPDP ke Kejati DKI biar mereka mengetahui. Tapi kalau berkas kan sudah diberkas oleh Polda Bali, nanti kita tinggal limpahkan saja berkasnya ke Kejati DKI,” tutur Didik.

pengacara Jeremy Thomas, Amin memberikan penjelasan. Menurutnya kasus ini tidak membuat kliennya langsung kecewa karena mereka masih mempelajari permasalahan yang sebenarnya.

“Oh nggak, karena kami juga belum tahu yang sebenarnya. Bisa jadi ini juga belum tahu gimana,” jawab Amin.
Rencananya, Jeremy Thomas dan pengacara akan menggelar jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat. Di sana ayah dari Axel Matthew dan Valerie Thomas akan memberikan penjelasan.

“Yang paling penting itu, besok kami akan bicara tentang hal ini. Mudah-mudahan teman media bisa bersabar menunggu besok ya,” katanya.

“Makanya kan kita harus melihatnya itu dengan baik. Mungkin aja ada suatu bentuk yang harus kami periksa dulu. Makanya kami harus pelajari berkas ini dulu, dan baru besok kami bicara,” ungkap Amin.

Patrick awalnya membeli lahan seluas 35 hektare di Kedawetan pada tahun 1999. Patrick lalu membangun villa di atas tanah tersebut dengan Jeremy sebagai konsultan keuangan.

Setelah menyerahkan akta tanah dan bangunan, serta menandatangani surat kuasa, Jeremy dikatakan memindahkan kepemilikan villa atas nama dirinya. Kemudian villa tersebut dijual.

Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pihak Jeremy Thomas Buka Suara.


Info Lainnya
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Silahkan komentar