Berita Terbaru : Sementara Total 1.231 Rumah Rusak Akibat Gempa

Wikimedan – Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berbuat pesat mengamankan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ke lobi kantornya. Suasana sungguh panik. Saking menegangkan, sang wapres tak sempat mengenakan alas kaki, sepatu atau sendal.

Para pegawai dari gedung kantor Wakil Presiden berhamburan keluar gedung untuk mencari aman.
“Keluar, oke. Gunakan sepatu, eh sandal,” ujar Kalla, kelihatan gugup.

Demikianlah ilustrasi dikala gempa bumi mengguncang Jakarta dan sebagian kota di Pulau Jawa seperti Cianjur, Bandung, Jogjakarta sampai Lampung, di Pulau Sumatera. Sentra gempa berada di 91 Km Baratdaya Lebak, Banten, dengan kedalaman 10 Km, terjadi Selasa (23/1) pada pukul 13.34 WIB.

Goncangan gempa cukup terasa di kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Sentra. Sampai larut malam, Badan Penanggulangan Petaka Tempat (BPBD) Lebak mengumumkan, sebanyak 1.231 rumah di bermacam daerah, dan 1 orang meninggal pengaruh gempa.

Walaupun demikian, Kalla masih berupaya hening dan santai menikmati guncangan gempa, hingga alhasil Paspampres minta dirinya untuk keluar ruangan kerjanya sebentar.

gempa banten 2

Dari video yang dibagikan Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah, lampu di ruangan kerja Wapres tampak goyang. Malahan, sebelum keluar, Kalla masih sempat minta waktu untuk menggunakan alas kaki. Tapi, sebab dipinta bergerak cepat, Kalla cuma sempat meraih selop sandalnya.

Masih memakai selop hitamnya, Kalla sempat mengecek keadaan dan keadaan di kantornya. Berakhir memutuskan aman, Kalla kembali masuk ke ruangannya untuk menunaikan Shalat Dzuhur.
Kondisi yang sama juga dialami di sebagian kawasan di DKI Jakarta dan Bogor, serta Bandung, Jawa Barat.

Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter (SR) di Lebak mengakibatkan 1.231 rumah rusak dan 1 orang meninggal dunia. Angka ini didasari data Badan Penanggulangan Petaka Tempat (BPBD) Lebak pada pukul 21.00 WIB.

“Satu orang meninggal dunia atas nama Nana (40), warga Kampung Cikawung, Bayah, sebab terkejut dikala gempa,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak Madlias terhadap wartawan, Banten, Selasa malam.

Sebanyak 1.231 rumah yang rusak itu terdiri dari 1.125 rusak ringan dan 106 rusak berat. Kerusakan ini terjadi di 16 kecamatan yang berada di tempat pesisir selatan Banten.

Madlias mengatakan ada dua orang yang dilaporkan mengalami patah tulang atas nama Ibu Ulum (62) di Desa Pasir Bungur, Kecamatan Cilograng. Kecuali itu, warga Bayah bernama Ade (29) tersengat listrik.

Sebagian bangunan sekolah juga mengalami kerusakan. Di Malingping, 2 sekolah dasar (SD), 1 madrasah diniyah, 1 madrasah tsanawiyah, dan 1 madrasah aliyah mengalami rusak ringan. Di tempat ini juga dilaporkan 2 mesjid rusak berat dan ringan.

Gempa berkekuatan 6,1 SR berfokus di Lebak-Banten juga berpengaruh di Cianjur, Jawa Barat. Delapan pelajar SMKN Tanggeung diinformasikan mengalami luka sesudah tertimpa genting bangunan sekolah mereka.

Kabar dihimpun, dikala gempa terjadi sejumlah pelajar tengah keluar dari dalam kelas. Tiba-tiba bangunan sekolah bergetar diiringi genting berguguran.

“Hati-si kecil itu terluka sebab genting tiba-tiba merosot, genting berguguran dan mengenai kepala mereka. Dan guru seketika di bawa ke Puskesmas,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah via pesan singkat.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau warga meniru arahan Badan Penanggulangan Petaka Tempat (BPBD). Hal itu dilaksanakan menyusul masih terjadinya gempa susulan pascagempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Banten dan sekitarnya. “Hingga saat ini sudah terjadi gempa susulan 20 kali,” ujar Karnawati di Kuta, Bali, Selasa petang.

Karnawati bahkan mengimbau warga untuk tak tersulut info-info yang tak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Gempa di selatan Jawa ini disebabkan kegiatan subduksi lempeng Indo Australia ke bawah lempeng Eurasia. “Mekanismenya berupa sesar geser naik” tutur Karnawati.

Bantuan
Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan pihaknya sudah mendistribusikan bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Lebak, Banten. Bantuan logistik dipusatkan terhadap 92 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat dan bereksodus di rumah tetangga dan keluarga.

Bantuan yang diberi antara lain beras 1.000 kilogram, 100 lembar selimut, 120 lembar matras, 240 paket lauk pauk, dan 30 paket foodware. Poin bantuan yang sudah disalurkan itu sebesar Rp 50,5 juta.

“Sesaat sesudah gempa mengguncang, kami langsung terjunkan Taruna Siaga Petaka (Tagana) untuk turut menyisir akibat gempa bersama Dinas Sosial Provinsi Banten,” kata Idrus.
Idrus mengatakan regu dari Kemensos juga sudah diterjunkan. Regu itu menjalankan pendampingan dan assessment keperluan para pengungsi.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos, Harry Hikmat, mengatakan pihaknya terus meniru perkembangan dari penanganan korban gempa Lebak. Penanganan pascabencana yang dilaksanakan seperti mengevakuasi warga serta menjalankan mitigasi petaka atau upaya mengurangi risiko bencana.

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *