Apakah Sebenarnya Meikarta Itu?

Wikimedan.com – Apakah Sebenarnya Meikarta Itu?  Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian Simanjuntak, mengatakan, Meikarta muncul di saat perhatian masyarakat atas proyek reklamasi ditolak oleh banyak aktifis, dikarenakan permasalahan amdal yang merusak biota laut, hilangnya pencaharian nelayan, dan ancaman banjir di Jakarta. Bahkan, atas beredarnya iklan Agung Podomoro yang berbahasa Cina, yang dikhawatirkan oleh masyarakat luas akan hegemoni Cina. Selain itu, reklamasi dan Meikarta diduga bagian misi dari grand design hegemoni China di indonesia.

Bastian Simanjuntak juga menerangkan bahwa reklamasi dan Meikarta adalah bentuk arogansi para pengembang WNI keturunan yang menganggap enteng masalah perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

“Mungkin karena kedekatan para pengembang dengan pemerintah pusat, bahkan dengan Presiden sekalipun. Jadi pada prinsipnya permasalahan reklamasi demi kata kurang lebih sama yaitu permasalahan AMDAL,” ujar Presiden Geprindo, Bastian Simanjuntak, pada Senin (12/9/2017).

Kemudian, lanjut Basian, Meikarta hadir di saat kondisi pribumi indonesia tidak mampu membeli hunian karena harga hunian yang begitu mahal. Harga hunian tidak terjangkau oleh pribumi yang mayoritasnya pekerja.

“Pada akhirnya timbul pertanyaan dalam benak kita, siapa yang akan membeli properti di Meikarta? Jangan sampai yang beli orangnya itu-itu saja, yaitu orang-orang kaya yang memiliki banyak properti untuk investasi atau bahkan asing. Tujuan pembangunan hunian sudah melenceng dari tujuan awal, yaitu untuk dibeli oleh masyarakat sebagai tempat tinggal. Saat ini proyek pembangunan hunian sudah terlalu digoreng-goreng oleh para pengembang untuk mendapatkan keuntungan yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Bastian juga menjelaskan bahwa penolakan Meikarta oleh berbagai kalangan karena munculnya Reklamasi dan Meikarta dalam waktu yang berdekatan. Hal itu dianggap sebagai ancaman bagi pribumi, terlebih lagi para taipan, pemilik properti tersebut adalah WNI keturunan yang sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka sangat dekat dengan kekuasaan. Ketimpangan ekonomi antara WNI keturungan dengan pribumi, menurutnya harus kita waspadai sebagai ancaman kedaulatan bagi bangsa Indonesia.

“Bukannya saya berpandangan rasis, namun cita-cita founding fathers yang menginginkan bangsa Indonesia merdeka dan tidak bergantung terhadap bangsa lain tentunya harus kita teruskan. Pribumi harus jadi tuan di negeri sendiri, pemerintah harus memberikan dukungan penuh kepada pribumi untuk melakukan karya-karya yang besar yang mengalahkan bangsa-bangsa lain. Kebanggaan kita sebagai bangsa yang merdeka harus dijadikan stimulasi pembangunan Indonesia ke depan. Kita tidak mau dicap sebagai bangsa yang pemalas, bangsa yang tidak bisa membangun negaranya sendiri, dan harus bergantung kepada bangsa lain yaitu WNI keturunan. Kemudian, pembangunan memang perlu, namun yang terutamanya harus dari pribumi, oleh pribumi, untuk pribumi. Reklamasi dan Meikarta bukan karya pribumi, melainkan karya WNI keturunan yang memiliki akses yang luas di Internasional. Kita juga mampu melakukan hal yang sama, asalkan pemerintah mendukung bangkitnya ekonomi pribumi di Indonesia. Pengusaha pribumi bangkit, pekerjanya juga bangkit. Sehingga cita-cita proklamasi menuju masyarakat adil dan makmur bisa tercapai,” tutupnya.

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

6 tanggapan untuk “Apakah Sebenarnya Meikarta Itu?

  • 13/09/2017 pada 4:00 pm
    Permalink

    saya udah liat langsung sewaktu acara grand launching kemarin, dari mulai style dan gaya berpakaian semua nya orang-orang yang biasa aja…itu bukti kalau semua kalangan bisa punya hunian, dan bukti juga kalau meikarta jual dengan harga yang terjangkau

    Balas
  • 13/09/2017 pada 4:09 pm
    Permalink

    simpel aja, kesimpulannya adalah meikarta merupakan solusi masalah sosial bagi masyarakat. sudah seharunya di dukung dan bukan di hina… sy yakin yg tdk suka meikarta karena punya kepentingan atau gak dapat ‘setoran’

    Balas
    • 14/09/2017 pada 12:44 pm
      Permalink

      Sebenarnya ini yg paling utama karena Jakarta itu sudah tidak memadai lagi untuk tinggal dan bekerja, jakarta butuh kota baru yg dapat menunjang keberadaan jakarta dengan menggeser sebagian penduduk dan aktifitas pertkantoran, hal inilah yg dapat mengurangi kepadatan penduduk dan kemacetan, namun semua ini dihambat oleh kepentingan segelintir orang, dengan mengatasnamakan organisasi ini itu lembaga ini itu dan macam-macam

      Balas
  • 13/09/2017 pada 4:14 pm
    Permalink

    Dengan mencibir meikarta sudah bisa di tebak orang2 sperti apa mereka… biasanya orang2 yg tdk mau maju, pemalas dan yg jelek2 deh so pasti tdk suka dengan meikarta, sementara orang2 pintar dan peduli pada pembangunan mereka akan mendukung meikarta.

    Balas
  • 13/09/2017 pada 4:16 pm
    Permalink

    segudang fitnah dan informasi menyesatkan menyerang meikarta, apa kepentinganorang2 yg menyerang meikarta? apakah karena lapak mereka berkurang? ataua kerana mereka di bayar oknum2 tertentu? itu semua misteri, hanya org2 yg mencibir meikarta saja yg tau itu…he..he..he..

    Balas
  • 14/09/2017 pada 12:38 pm
    Permalink

    hah?? harusnya datang ke meikarta sekali supaya dapat melihat real di sana karena yg membeli itu bukan orang kaya raya, tapi semua lapisan masyarakat, ini dikarenakan susuai dengan konsep bahwa ini dibangun utk masayarakat umum dan sesuai dengan kemampuan umumnya, tuh harga masih ada 127 juta per unit, mana ada di Jkarta sekitarnya apartemen seharga itu, jadi kalau disebut pengusaha akan menggambil keuntungan sebesar2nya itu adalah dusta dan provokasi saja denga issu pribumi dan non pribumi. sudah lewat masanya sebar issu kebencian suku.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *