Tim Peneliti Susuri Hutan Aceh Besar Cari Kelelawar Vampir

Wikimedan.com. Tim Peneliti Susuri Hutan Aceh Besar Cari Kelelawar Vampir . Kelelawar raksasa Pteropus vampyrus semakin langka di Aceh Besar. Tim peneliti menyusuri hutan untuk bisa menemukannya.

Anda mungkin berpikir vampir yang menggigit manusia hanya ada di dunia fiksi. Namun, para ilmuan telah menemukan aktivitas vampir yang nyata di Brasil.

Para peneliti dari Universidade Federal de Pernambuco menemukan bukti konsumsi darah manusia pada kelelawar vampir berbulu dan berkaki (Diphylla ecaudata).

Kelelawar ini dikenal hanya meminum darah burung, sehingga kehadiran darah manusia seperti yang terlihat dalam analisis DNA dari kotoran kelelawar adalah sebuah kejutan. “Spesies ini tidak disesuaikan untuk makan pada darah mamalia,” kata peneliti Enrico Bernard New Scientist

Para ilmuwan menerbitkan sebuah studi penemuan tersebut pada bulan Desember di jurnal Acta Chiropterologica dengan judul yang menarik.”What is for Dinner? First Report of Human Blood in the Diet of the Hairy-Legged Vampire Bat Diphylla ecaudata.””

Tim peneliti menduga, kurangnya mangsa burung menyebabkan para kelelawar ini akhirnya meminum darah manusia. Peneliti mengumpulkan 70 sampel untuk diteliti. Sebanyak 3 dari 15 dari DNA yang disediakan menunjukkan jejak darah manusia.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa diet D. ecaudata lebih fleksibel dari yang diharapkan. Rekor manusia sebagai mangsa dan tidak adanya darah dari spesies asli mungkin mencerminkan rendahnya ketersediaan burung liar di lokasi penelitian, memperkuat dampak dari aktivitas manusia pada proses ekologi lokal,” catatan peneliti.

Temuan ini meningkatkan kekhawatiran tentang penularan penyakit, termasuk rabies. Menurut New Scientist, Bernard dan timnya kini melihat bagaimana akses kelelawar dan manusia di malam hari. Apakah darah itu didapat dari orang yang tidur di luar atau kelelawar itu memasuki rumah.

Proses penelitian untuk mencari kelelawar raksasa di Aceh Besar tidak mudah. Tiga orang peneliti dari Natural Aceh menyisir ketinggian 165-368 meter di atas permukaan laut . Setelah menyusuri hutan, mereka akhirnya menemukan lokasi potensial untuk peletakan jaring.

“Kemarin tim melakukan penyisiran di ketinggian hingga 368 Mdpl untuk 3 habitat berbeda,” kata Ketua Natural Aceh Zainal Abidin Suarja, Senin (11/9/2017).

Areal yang sudah disusuri tim peneliti di antaranya yaitu di kawasan depan Markas Brimob. Lokasi ini jenis vegetasi mixed garden (agricultural areas). Sementara satu lagi di bawah Bukit Lamtamot dekat aliran sungai yang masuk ke tikungan Seunapet. Kedua lokasi ini terletak di kawasan Pegunungan Seulawah.

“Tidak khusus ke si vampir, namun ke semua spesies kelelawar yang ada,” jelasnya. Tim riset Natural Aceh melakukan identifikasi jenis dan komposisi kelelawar di kawasan Pegunungan Seulawah, Aceh Besar, Aceh. Penelitian ini dilakukan setelah warga menemukan kelelewar sebesar anak kecil.

“Sudah ditemukan dua titik potensial untuk peletakan jaring. Namun karena musim buah sudah mulai habis, kemungkinan tim harus masuk jauh kedalam hutan lagi untuk mencari titik pemasangan lain,” ungkap Zainal.

Penelitian yang dilakukan ini tidak hanya kelelawar raksasa jenis Pteropus vampyrus saja. Para peneliti juga akan mengidentifikasi semua jenis kelelawar yang bersarang di sana.

Tim Peneliti Susuri Hutan Aceh Besar Cari Kelelawar Vampir .