Tidak Gemuk Gemuk Meskipun Sudah Banyak Makan? Ini Dia Penjelasan Ilmiahnya

Pernahkah kamu menjumpai orang di sekelilingmu yang sering makan namun tidak gemuk gemuk? Ternyata hal ini mempunyai alasan sendiri.

Wikimedan.com, Perbedaan-perbedaan tersebut bisa saja terjadi sebab setiap orang mempunyai respons gula darah yang berbeda terhadap makanan yang sama. Seperti itulah menurut penelitian menarik yang baru-baru ini diterbitkan dalam Cell.

Hal ini berarti, predikat diet terbaik dalam menurunkan berat badan. ( berlaku juga untuk semua diet yang menyarankan kita supaya mengonsumsi makanan rendah glikemik ) mungkin bisa saja keliru.

Bagaimana bisa ahli gizi dan dokter melenceng pada ilmu gula darah?.

Selama beberapa dekade ini, indeks glikemik (IG) digunakan oleh para ahli dalam menentukan bagaimana makanan tertentu bisa membuat. level gula darah. meningkat

Di dalam konsep tersebut dipercaya jika semakin tinggi IG suatu makanan, maka semakin tinggu pula lonjakan. gula darah sesudah mengonsumsinya sehingga . membuat tubuh melepaskan insulin atau yang lebih dikenal sebagai hormon penyimpanan lemak.

Kadar gula darah yang tinggi juga dikaitkan dengan penyakit diabetes dan obesitas.

Teori ini sudah dijadikan doktrin gizi selama bertahun-tahun hingga kemudian para peneliti Weizmann Institute of Science di Israel. menarik kesimpulan jika respons gula darah terhadap makanan masing-masing orang berbeda.

Di dalam riset tersecbut, sekitar ada 800 relawan yang dilibatkan, dan kadar gula darahnya dicatat memakai monitor portabel selama satu minggu. penuh secara terus-menerus.

Setiap peserta harus mencatat semua makanan yang mereka konsumsi, termasuk juga sarapan standar yang setiap orangnya sama.

Para peneliti mendapatkan fakta jika “standar” IG tidak sangat standar, yaitu setiap orang mempunyai respons gula darah berbeda secara dramatis pada. makanan yang sama, walaupun makanan-makanan tadi dianggap sehat.

Baca Juga  Cara Alami Membersihkan Karang Gigi

Sebagai contoh, peneliti menemukan jika tomat yang dikenal memiliki kandungan IG rendah, ternyata bisa meningkatkan kadar gula darah. seorang wanita penderita obesitas.

Hal tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah makanan sehat yang rendah kalori, rendah gula, bisa memicu kenaikan berat badan.

Para peneliti menduga jika bakteri usus mungkin saja berada di balik respons individu , terlebih lagi semakin banyaknya bukti yang memperlihatkan. bagaimana bakteri-bakteri tersebut berperan besar dalam masalah obesitas dan diabetes.