Sekilas Tentang Edy Rahmayadi

Wikimedan – Sekilas Tentang Edy Rahmayadi

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Edy Rahmayadi (lahir di Sabang, Aceh, 10 Maret 1961; umur 56 tahun) adalah seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, tanggal 4 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, ia di tetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun dini). Sebelumnya ia menjabat Pangkostrad menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang telah menjadi KSAD.

Seperti dilansir dari laman wikipedia, Edy Rahmayadi, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan. Ia anak dari Alm. Kapten TNI Rachman Ishaq, penduduk asli Kota Medan bersuku Melayu Deli. Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Riwayat jabatan

Letnan Dua s/d Kapten

  • Danton di jajaran Kopassus (1985)
  • Danton Kostrad (1985)
  • Danton Yonif 321/Galuh Taruna Kostrad (1985)
  • Danton Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1986)
  • Danton Yonif 2/A 323/Buaya Putih Kostrad (1987)
  • Danton I/B Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1988)
  • Dankipan B Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1989)
  • Dankipan A Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1993)

Mayor

  • Kasi Ops dan Org Bagsis (1995)
  • Ps. Pbdy Lat Kodam I/Bukit Barisan (1998)
  • Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan (1998)
  • Kasi Ops Rem 031/WIrabraja, Kodam I/Bukit Barisan (2001)
  • Kasi Ops Rem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda (2001)

Letnan Kolonel

  • Komandan Kodim 0316/Batam, Kodam I/Bukit Barisan (2002)
  • Kepala Staf Korem 031/Wirabraja, Kodam I/Bukit Barisan (2004)
  • Pabandya-3/Banglarsat, Paban III/Binorg, Sopsad (2006)
  • Dosen Gol. IV Seskoad (2007)
  • Patun Seskoad (2007)

Kolonel

  • Asops Kasdam Iskandar Muda (2008)
  • Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (2010)
  • Pamen Denma Mabesad (2011)

Brigadir Jenderal

  • Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Kodam XVII/Cendrawasih (2012)
  • Dir Pemantapan Semangat Bela Negara, Deputi Bidang Pemantapan Nilai Kebangsaan, LEMHANAS RI (2013)
Baca Juga  Harga listrik tidak naik , Jonan Ajak Pelanggan Listrik 900 VA Beralih ke 1.300 VA

Mayor Jenderal

  • Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2014)
  • Panglima Kodam I/Bukit Barisan (2015)[5].

Letnan Jenderal

  • Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (2015-2018)
  • Ketua PSSI (2016 – 2020)

Penghargaan

  • Bintang Dharma.
  • Bintang Yudha Dharma Pratama
  • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
  • Bintang Yudha Dharma Nararya
  • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
  • SL. Dharma Bantala
  • SL. Kesetiaan VIII, XVI, XXIV
  • SL. Dwidya Sistha
  • SL. GOM IX
  • SL. Dharma Nusa
  • SL. Wira Karya

Hadirnya Edy Rahmayadi Sebagai Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara 2018

Hadirnya Calon Gubernur Sumatera Utara yang bukan putra daerah, menjadi perhatian Edy Rahmayadi. Bahkan dirinya mengaku bahwa wilayah Sumut tidak kekurangan orang-orang hebat yang bisa diusung untuk maju menjadi calon gubernur dan wakil gubernur.

‎Menurut Edy, Sumut tidak kekurangan orang-orang hebat yang bisa diusung untuk maju menjadi calon gubernur dan wakil gubernur. Sehingga tidak seharusnya partai politik mendatangkan calon dari daerah lain, yang jelas-jelas tidak memiliki hubungan emosional dengan Sumut, apalagi memahami persoalan di Sumut.

“Kok orang seperti itu diterima dan dielu-elukan. Padahal jauh banyak orang hebat disini. Begitu banyak orang disini, mau pula lah kita mengusung orang seperti itu. Perlu dirontgen kepala kita ini,”sebut Edy didampingi bakal calon wakilnya Musa Rajekshah (Ijeck), dalam pidato politik perdananya di Posko Pemenangan ERAMAS, Jalan Ahmad Rivai, Medan, Senin (8/1/2017) petang.

Edy mengaku, ada pihak-pihak yang sengaja mempersulit putra-putra terbaik satu daerah untuk maju memperjuangkan pembangunan di daerahnya. Salah satunya yakni sulitnya mendapat dukungan dari Partai Politik sebagai prasarat utama mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum.

“Begitu sulit rupanya jadi gubernur itu. Memang kalau tak dibikin sulit, susah juga, karena semua mau jadi gubernur. Sampai-sampai tak ‎cukup pemuda orang di Sumut ini, sampai harus diimpor dari wilayah lain,”keluhnya.

Baca Juga  Isi Ulang Uang Elektronik Akan Dipungut Biaya? Ini Penjelasannya

Edy menyebutkan, sebagai putra asli Sumatera Utara, ia paham betul apa masalah yang dihadapi masyarakat Sumut saat ini. Baik dalam aspek ekonomi, keamanan, pendidikan maupun kesehatan. Sehingga jika nantinya diberikan kepercayaan oleh masyarakat, ia dan pasangannya dapat langsung bekerja untuk masyarakat.

“Mari kita mulai Sumut ini dengan sederhana dalam ucapan, namun hebat dalam tindakan,”tegasnya.

Edy pun optimis ia dan Ijeck bisa keluar sebagai pemenang dalam Pilgub. “Kalau mendukung saya berarti mendukung Sumut. Tak perlu strategi-strategi. Strateginya sudah ada di masyarakat,”tukasnya.

Hingga saat ini, baru pasangan Edy-Ijeck yang sudah mengantongi dukungan cukup untuk mendaftar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut ke KPU. Pendaftaran pun sudah dilakukan dan diterima KPU sore tadi.

Selain Edy-Ijeck ada dua nama pasangan lain yang kini mencuat. Yakni JR Saragih-Ance Selian yang didukung Demokrat, PKB dan PKPI. Kita partai itu memiliki total 20 kursi di DPRD Sumut. JR Saragih adalah Ketua DPW Partai Demokrat Sumatera Utara yang kini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sementara Ance Selian adalah Ketua DPD PKB Sumatera Utara yang pernah menjadi anggota DPRD Sumut.

Pasangan lainnya adalah Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus yang diusung PDIP, pemilik 16 kursi di DPRD Sumut. Djarot merupakan mantan Bupati Blitar yang kemudian menjadi Wakil Gubernur dan kemudian Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang dipaksa berhenti akibat tersandung kasus penistaan agama. Sementara Sihar, adalah tokoh sepakbola Sumatera Utara yang kini menjadi penerus kerajaan bisnis PT Torganda, yang ditinggalkan ayahnya DL Sitorus, tahun 2017 lalu.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *