Petugas Gabungan Mulai Merazia Pajak STNK Mati ! Wow

Wikimedan.com – Petugas Gabungan Mulai Merazia Pajak STNK Mati ! Wow . Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menggelar razia atau pemeriksaan STNK, TNKB, STUK, KPS dan pengesahannya. Menurut Dirlantas Polda Jaya Kombes Pol Halim Panggara, razia tidak hanya dilakukan di jalan tapi juga rumah, di kediaman wajib pajak.

“Pemeriksaan kendaraan bermotor juga dilakukan pada kantong-kantong parkir atau kediaman wajib pajak (door to door),” kata Halim di Balai Kota, Jakarta, Jum’at 11 Agustus 2017.

Menurutnya hal itu dilakukan demi menggenjot pendapatan pajak kendaraan di DKI Jakarta. Berdasarkan data pihak Polda Metro, sampai 1 Agustus 2017, ada potensi penerimaan Rp1,8 Triliun dari kendaran bermotor yang belum daftar ulang (BDU).

“Dasar hukum yang saya sampaikan sudah jelas kami mendukung sepenuhnya terhadap pemerintah daerah untuk optimalkan pajak pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan target penerimaan pajak dari kendaraan bermotor tahun ini berkisar Rp12,9 triliun. Hingga saat ini, target itu baru tercapai 60 persen.

“Kita berharap dengan ini pendapatan daerah melalui sektor pajak akan signifikan naik dan targetnya bisa terpenuhi,” ujarnya.

Seperti dilansir dari detik.com , Direktorat Lalu Lintas dan instansi terkait melaksanakan razia terhadap kendaraan yang STNK-nya mati atau belum membayar pajak hari ini. Razia dilakukan di beberapa titik di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

“Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah dan pendapatan pusat melalui pemeriksaan STNK, TNKB, dan pengesahan,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto , Jumat (11/8/2017).

Razia ini dilaksanakan petugas gabungan dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Jasa Raharja, dan Dispenda DKI. Sebelumnya, telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Gubernur DKI Jakarta, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kepala Cabang PT Jasa Raharja, dan Direktur Bank DKI di Balai Kota, pagi tadi.

“Kalau polisi bukan merazia pajak yang mati, tetapi keabsahan STNK kendaraan. Urusan pajak nanti ada petugas dari Dispenda yang mengeksekusi,” kata Budiyanto.

Dalam hal ini, polisi mengacu pada

UU No 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat 1 yang berbunyi: setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi TNKB dan STNK.

Pasal 68 ayat 2 berbunyi: STNK memuat data kendaraan bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi kendaraan bermotor, dan masa berlakunya.

Kemudian dalam Pasal 70 ayat 2: STNK dan TNKB berlaku lima tahun dan setiap tahunnya harus dimintakan pengesahan.

Selain itu, polisi mengacu pada Perkap No 5/2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan.

Dalam Pasal 37 ayat 2 disebutkan bahwa STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan di jalan. Dalam Pasal 37 ayat 3 pada Perkap tersebut juga disebutkan STNK berlaku lima tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan, atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah yang harus dimintakan pengesahan tiap tahun.

“Kemudian ada Surat Kapolri No B/700/II/2017 tanggal 8 Februari 2017 perihal petunjuk pengesahan STNK,” imbuhnya.

Dalam Surat Kapolri huruf C.1: STNK disahkan apabila pemilik kendaraan telah membayar PKB, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan, serta biaya PNBP pengesahan. Kemudian pada huruf E disebutkan bahwa STNK yang tidak dilaksanakan pengesahan dinyatakan tidak sah.

“Kesimpulannya adalah STNK yang belum dilaksanakan pengesahan, maka STNK tersebut dinyatakan tidak sah, sehingga tidak punya legitimasi pengoperasionalan kendaraan di jalan,” imbuhnya.

Pasal 288 ayat 1 berbunyi: setiap orang yang mengemudikan kendaraan di jalan yang tidak dilengkapi STNK dan STCK yang ditetapkan oleh Polri sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat 5 huruf a dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

“Jadi di sini kita (polisi) bukan masalah pajak mati, tapi keabsahan STNK-nya. Tapi nanti orang pajak ikut penindakan di lapangan, termasuk door to door, informasinya nantinya akan dibuatkan surat pernyataan dari Dinas Pajak-nya,” tandasnya.

Petugas Gabungan Mulai Merazia Pajak STNK Mati ! Wow