Penduduk Palo Alto Yang Penghasilan nya Miliaran Tapi Bukan Orang Kaya

Wikimedan – Besarnya pendapatan penduduk di Silicon Valley rupanya tidak lantas membuat mereka bisa hidup bergelimang harta di sana. Wilayah ini yakni sentra teknologi tinggi. Google, Facebook, Intel, AMD, Nvidia dan masih banyak lagi bermarkas di sini.

Sebuah media lokal bernama Palo Alto Weekly melakukan survei untuk mengenal bagaimana taraf hidup orang-orang yang tinggal di Silicon Valley, rumah bagi lebih dari 32.600 startup.

Penelitian yang berlangsung mulai Desember 2017 sampai Januari 2018 ini melibatkan lebih dari 250 orang responden, dengan semuanya yakni penduduk Palo Alto, jantung Silicon Valley yang berisi tidak kurang dari 2.300 startup di dalamnya.

Dari hasil survei hal yang demikian, sepertiga dari sempurna responden mengatakan bahwa dirinya yakni orang-orang yang masuk ke dalam kelompok ekonomi kelas menengah, walaupun mereka memperoleh penghasilan di antara USD 10.000 (Rp 136,7 juta) sampai USD 399.999 (Rp 5,4685 miliar) tiap-tiap tahun.

Baca Juga  Korut Kembali Luncurkan Tiga Rudal Balistik

Lalu, kurang dari 10% responden mengidentifikasi diri mereka sebagai kalangan menengah ke bawah, walaupun sebagian orang di lingkup hal yang demikian bisa meraup penghasilan sebesar USD 349.999 (Rp 4,7 miliar) per tahun.

Meski sekitar 30% responden yang ‘cukup percaya diri’ untuk mengakui dirinya berada di kelas menengah atas yakni orang-orang dengan pendapatan sekitar USD 50.000 (Rp 683,5 juta) sampai USD 400.000 (Rp 5,4686 miliar) tiap-tiap tahunnya.

“Di hampir segala tempat di negara ini, kami bisa hidup mewah, tetapi kami harus bisa bertahan hidup bulan demi bulan di sini,” ujar salah satu responden, Jumat (23/2/2018).

Pergeseran makna ‘kelas menengah’ di Palo Alto ini pun bukannya tanpa karena. Menurut data dari US Census, rataan pendapatan sebuah rumah tangga di Palo Alto yakni USD 137.000 (Rp 1,8 miliar), jauh dari rata-rata nasional Amerika Serikat yang hanya USD 57.000 (Rp 779 juta), dengan tiap-tiap rumah tangga berisi 2,4 orang.

Baca Juga  Siapakah Zhou Youguang ? Saat Fotonya Bisa Tampil Di Google

Meski ini menyebabkan orang-orang yang tinggal di Palo Alto dengan penghasilan antara USD 91.362 (Rp 1,2 miliar) sampai USD 274.086 (Rp 3,7 miliar) per tahun digolongankan masuk ke dalam kelompok kelas menengah.

Angka hal yang demikian membuat Palo Alto hanya kalah dari Los Altos, sebuah kota di California yang berada di sebelah utara Silicon Valley. Kisaran pendapatan per tahun orang-orang yang berada di tahapan ekonomi menengah di sana yakni USD 125.104 (Rp 1,7 miliar) sampai USD 375.312 (Rp 5,1 miliar)

Meski definisi kalangan menengah untuk keseluruhan warga Amerika Serikat yakni mereka yang mempunyai pemasukan pada kisaran USD 38.411 (Rp 525 juta) sampai USD 115.224 (Rp 1,5 miliar).

Baca Juga  UU Hak untuk Meninggal Sah, 111 Orang di California Memilih Mati

Menurut demikian itu, pendapatan bukan satu-satunya faktor yang mempertimbangkan kelas ekonomi seseorang di Palo Alto. Menurut keterangan dari sejumlah responden, tingkat pengajaran, pengeluaran, serta gaya hidup ikut serta menjadi faktor dalam mempertimbangkan identifikasi diri bagi warga Palo Alto.

kenyataan hal yang demikian, tidak mengherankan sekiranya Palo Alto lekat dengan stereotip bahwa gelandangan yang hidup di tempat hal yang demikian pun bisa mempunyai komputer jinjing

Facebook Comments
Terima kasih sudah mengunjungi website Wikimedan.com , dan membaca artikel dari kami. Silahkan klik artikel lainnya dibawah. Dan jangan lupa share ya!

Silahkan komentar