Pelemahan Rupiah Karena Faktor Eksternal

Wikimedan.com. Pelemahan Rupiah karena Faktor Eksternal . Sejak pekan keempat bulan September 2017, nilai tukar Rupiah terus melemah terhadap dollar AS. Bahkan, nilai tukar rupiah sempat nyaris menyentuh Rp 13.600 per dollar AS.

MeRabu (4/10/2017) pukul 17.20, nilai tukar rupiah bertengger pada posisi Rp 13.477 per dollar AS. Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah berada pada level Rp 13.502 per dollar AS.

Ekonom Senior PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menuturkan, salah satu indikator utama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tersebut lebih disebabkan faktor eksternal. Sementara itu, data-data ekonomi domestik tercatat baik.

“Salah satu indikator utama lebih didorong oleh faktor-faktor eksternal,” kata Andry dalam paparan Outlook Makroekonomi Kuartal III 2017 di Plaza Mandiri, Rabu sore.

Andry menuturkan, data-data perekonomian domestik sebenarnya mendukung daya tahan rupiah terhadap pelemahan. Data ekonomi yang baru saja diumumkan pada awal pekan ini adalah inflasi indeks harga konsumen (IHK).

Pada bulan September 2017, inflasi IHK berada pada posisi 0,13 persen secara bulanan (mtm). Meskipun angka ini berada di bawah ekspektasi Bank Indonesia (BI) yang memproyeksikan deflasi, namun data inflasi September 2017 cenderung tidak mengecewakan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Hermanto Gunawan menyatakan, nilai tukar rupiah memang mengalami banyak tekanan. Ini terbukti dengan pelemahan yang menyentuh kisaran Rp 13.500 per dollar AS.

Akan tetapi, imbuh Anton, pihaknya meyakini bahwa keadaan akan berbalik. Maksudnya, nilai tukar rupiah akan kembali ke kisaran normalmnya.

“Rupiah sendiri walau kemarin banyak tekanan dan melemah, kita yakin bahwa akan berbalik. Proyeksi kami Rp 13.400 (per dollar AS),” tutur Anton.

Baca Juga  Waspadalah Saat Membeli Air Mineral

Pelemahan Rupiah Karena Faktor Eksternal