Korban Penembakan Di Papua Di Bawak Ke Nabire

Wikimedan.com . Korban Penembakan Di Papua Di Bawak Ke Nabire .Tiga korban Penembakan  yang diduga dilakukan anggota Brimob di Kabupaten Daiyai, Papua, dievakuasi ke Kabupaten Nabire.Dugaan pelaku adalah dari kelompok yang sama dengan pelaku penembakan terhadap 2 tukang ojek beberapa waktu lalu .

“Ketiganya dievakuasi dari dua rumah sakit yaitu RSUD Enarotali dan RSUD Madi dengan menggunakan pesawat,” kata Kapolres Paniai AKBP Supriagung saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (2/8).

Dia mengatakan para korban penembakan dievakuasi agar mendapat perawatan lebih mengingat sarana dan prasarana yang ada di dua rumah sakit di Deiyai masih terbatas.

“Mudah-mudahan kondisi ketiga korban kembali membaik setelah mendapat penanganan medis di RSUD Nabire,” kata Supriagung.Ketika ditanya tentang satu korban meninggal akibat peristiwa ini, dia mengatakan, jenazahnya saat ini disemayamkan di Mapolsek Tigi yang jaraknya sekitar empat kilometer dari lokasi penembakan.

Saat berita dibuat, dialog yang dihadiri Sekda Deiyai dan Dansat Brimob Polda Papua Kombes Matias Fakhiri tengah digelar.

Supriagung mengatakan, kasus penembakan yang diduga dilakukan anggota Brimob berawal saat masyarakat melakukan penyerangan kepada karyawan yang sedang melakukan pembangunan jembatan di kali Onaibo sehingga saat ini mereka sudah diungsikan.

Sebelum melakukan penyerangan ke kamp, warga sempat meminta tolong kepada karyawan camp untuk membawa warga yang tenggelam dikali namun ditolak dengan alasan takut disalahkan bila terjadi musibah.

Kami tahu ada kelompok sipil bersenjata di sana, tapi kami tetap laksanakan pendekatan. Kami lebih mengedepankan mendorong kepolisian untuk proses ini dan bantu polisi lakukan penegakkan hukum.

“Akibatnya sebelum tiba di rumah sakit korban meninggal sehingga warga mengamuk dan melakukan penyerangan terhadap karyawan,” kata Supriagung.

Baca Juga  Kepala Pratu Sandi Novian Ditembak Oleh OTK Hingga Meninggal

Dia mengatakan, anggota Brimob berupaya melerai namun makin anarkis dan menyerang dengan menggunakan panah dan parang serta batu.

“Anggota memang mengeluarkan tembakan peringatan namun ternyata ada yang mengenai empat orang, satu di antaranya meninggal,” kata Supriagung.

Itulah secuplikan kronologi tentang Korban Penembakan Di Papua yang Di Bawa Ke Nabire.