Klasemen Terketat dalam Sejarah MotoGP

Wikimedan.com, Setelah delapan seri digelar, pembalap Ducati Andrea Dovizioso memimpin klasemen dengan nilai 115 poin. Angka itu adalah yang terendah bagi seorang pemimpin klasemen setelah delapan balapan, sejak sistem penilaian yang sekarang diterapkan pada 1993 di Sejarah MotoGP.

Sejak kelas MotoGP diperkenalkan pada 2002, selisih poin di antara empat pembalap teratas juga yang paling ketat, melewati angka terendah pada 1998 atau ketika masih bernama kelas 500cc.

Saat ini hanya 11 poin memisahkan antara Dovizioso di puncak klasemen dengan tiga pembalap di bawahnya yaitu berturut-turut Maverick Vinales, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

Margin ini jauh lebih tipis dibandingkan rekor sebelumnya yaitu rentang 29 poin antara empat pembalap teratas Mick Doohan, Max Biaggi, Alex Criville, dan Carlos Checa setelah delapan seri di musim 1998.

Delapan seri yang telah berlalu juga menandai kebangkitan para pembalap Italia, karena tiga grand prix terakhir dimenangi Dovizioso (Mugello dan Barcelona) dan Rossi (Assen). Sejak 2011, baru kali ini tidak ada pemenang asal Spanyol dalam tiga balapan beruntun. Terakhir hal seperti ini terjadi adalah ketika pembalap Australia Casey Stoner memborong tiga kemenangan beruntun di Laguna Seca, Brno dan Indianapolis.

Fakta lainnya, untuk pertama kali sejak 2009 tiga seri beruntun dimenangi pembalap Italia. Terakhir hal ini terjadi adalah ketika Rossi menang di Jerman dan Brno, sementara Grand Prix Inggris di antara dua seri itu dimenangi Dovizioso delapan tahun silam.

Pembalap Italia lainnya Danilo Petrucci sudah dua kali naik podium musim ini. Untuk pertama kalinya seorang pembalap satelit Ducati bisa naik podium dua kali dalam satu musim sejak Toni Elias melakukannya pada 2008.

Baca Juga  Raline Shah Jadi Direktur AirAsia, Sosok Kreatif, Dan Rendah Hati

Rossi adalah pembalap kelima yang bisa menang dalam delapan seri pertama tahun ini dalam Sejarah MotoGP, pertama kali hal seperti ini terjadi sejak musim 2006.