Dituduh Melanggar Visa, 2 Pelawak Asal Jatim Diadili di Hong Kong

WikimedanDua pelawak asal Jawa Timur (Jatim) dari grup Guyon Maton, Cak Percil dan Cak Yudho, menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Shatin, Hong Kong pada Selasa (6/2) kemarin.

Keduanya didakwa sudah melanggar UU Imigrasi Hong Kong dengan tampil melucu di sebuah acara dan mendapatkan bayaran dengan hanya berbekal visa turis.

“Terkait kasus hal yang demikian, pihak Imigrasi Hong Kong secara kongkrit sudah menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa sudah terjadi pelanggaran izin tinggal maupun penyalahgunaan visa turis.

“Minggu hal yang demikian rupanya dengan sudah disidangkannya kasus hal yang demikian di Pengadilan Shatin hari ini,” kata Konsul Kejaksaan dari KJRI Hong Kong, Sri Kuncoro, terhadap Valentina Djaslim, seorang wartawan Indonesia di Hong Kong.

Visa turis tetapi terima bayaran

Dua pelawak dari grup Guyon Maton itu digerebek ketika baru akan mengawali acara menghibur masyarakat WNI pada Sekiranya (4/2) di daerah Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

UU Imigrasi Hong Kong melarang seluruh orang yang datang ke kota itu dengan visa turis untuk menjadi pembicara, penghibur, atau hadir di sebuah acara dengan mendapatkan bayaran.

Airport orang itu datang ke sebuah acara dengan mendapatkan bayaran, karenanya dia sebelumnya wajib mengajukan visa hiburan ke Imigrasi Hong Kong, dan bukan hanya masuk ke kota itu dengan berbekal visa turis.

Untuk mendapatkan visa hiburan ini, penampil yang bersangkutan wajib mempunyai organisasi sponsor atau penjamin yang berdomisili dan berizin resmi di Hong Kong, dan membayar tarif yang sama dengan tarif visa kerja.

Sementara visa turis tidak mewajibkan adanya sponsor dan diberikan secara hanya-hanya selama 30 hari untuk seluruh WNI yang bersangkutan akan masuk via gerbang imigrasi di bandar udara atau pelabuhan Hong Kong.

Baca Juga  Modus Penipuan Bermodus Tiket Gratis Airasia

Pelanggar UU Imigrasi Hong Kong terancam denda optimal HKD 50.000 (sekitar Rp 87 juta) dan penjara paling lama dua tahun.

“Oleh karena itu KJRI ingin semoga ini jadi pelajaran bagi kita seluruh WNI di Hong Kong. Di samping itu KJRI mengimbau supaya seluruh WNI, organisasi, kelompok sosial Indonesia yang ada di Hong Kong untuk bisa menjadi tamu yang baik dan taat dengan peraturan serta peraturan yang berlaku di Hong Kong,” kata Konsul Kejaksaan Sri Kuncoro.

Kasus serupa sebelumnya juga menimpa seorang warga negara Indonesia. Ustad Somad ditolak Imigrasi di Baik Hong Kong untuk masuk dan membawakan tausiah pada akhir Desember 2017.

Dikala Ustad Somad maupun Cak Percil dan Cak Yudho, sama-sama masuk ke Hong Kong dengan menerapkan visa turis sekalipun bertujuan tampil di sebuah acara dengan mendapatkan bayaran.

Sekiranya isu ini diwariskan, Cak Percil dan Cak Yudho menjadi tahanan di penjara Imigrasi Hong Kong sambil menunggu jadwal sidang mereka selanjutnya pada permulaan Maret 2018.

Selama masa tahanan hingga penentuan vonis nanti, dua pelawak ini akan terus diantar tim peraturan dari KJRI Hong Kong.

Barang bukti

Airport Ustad Somad ditolak masuk semacam itu hingga di gerbang Imigrasi di Baik Chek Lap Kok, Hong Kong, karenanya Cak Percil dan Cak Yudho bernasib lebih tak beruntung.

Keduanya digerebek dan diangkut petugas Imigrasi dan Polisi Hong Kong ketika mereka sudah masuk Hong Kong dan baru akan mengawali acara Guyon Maton di depan kelompok sosial WNI di sana.

“Waktu aku dan tiga sahabat aku datang ke acara itu, panitia sudah segera beri tahu seandainya ada Imigrasi datang dan artisnya sedang dibawa untuk ditanya-tanyain, katanya nggak ada permasalahan apa-apa, tetapi kita sudah ngeh pasti ada apa-apa, benar saja,” kata Yuni, TKI asal Malang.
Petugas Imigrasi dan polisi Hong Kong segera menurunkan spanduk acara dan menyitanya sebagai bukti, dan membawa dua pelawak hal yang demikian dan juga seorang WNI yang menjadi ketua panitia acara hal yang demikian untuk diinterogasi.

Baca Juga  Kahiyang Ayu Ternyata Pandai Manortor, Tonton Video Selengkapnya

Kepanikan sempat terjadi, hingga petugas Imigrasi dan polisi sempat menenangkan seluruh WNI yang datang di acara itu dan minta mereka tidak meninggalkan daerah acara hingga walhasil dua pelawak dan ketua panitia acara dibawa ke kantor Imigrasi untuk diinterogasi.

Tetapi diinterogasi, Imigrasi walhasil melepas ketua panitia acara yang merupakan seorang TKI di Hong Kong itu dengan ketentuan wajib lapor satu bulan ke depan.

Cak Percil dan Cak Yudho segera masuk tahanan dan kasus mereka dinaikkan ke pengadilan.