Daerah Bogor Banjir Bandang, Daerah Sekitarnya Diharap Waspada

Wikimedan – Air dari Bendung Katulampa, Bogor diperkirakan akan tiba di Jakarta dalam tempo sembilan jam lagi. Warga di bantaran Ciliwung di sepanjang Bogor, Depok, sampai Jakarta diminta waspada adanya luapan sungai.

Kepala Sentra Data Info dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah.

“Diprediksikan sekitar 9 jam ke depan debit banjir akan sampai di Pintu Air Manggarai, Jakarta,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/2).

Ia mengimbau warga di bantaran Ciliwung untuk tidak berkegiatan di pinggir sungai. Kawasan di Jakarta yang diperkirakan akan diterjang luapan air yakni Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina dan Kampung Melayu.

Hujan deras mengguyur wilayah hulu Ciliwung di Bogor semenjak Pekan (4/2) malam sampai Senin dini hari. Hal ini membikin tinggi muka air Bendung Katulampa terus naik. Terakhir pada pukul 09.05 WIB, tinggi air di Katulampa menempuh 240 cm atau tingkatan siaga satu.

“Hujan masih berlangsung di wilayah Bogor sehingga bisa menambah debit banjir Sungai Ciliwung,” kata Sutopo.

Namun diperkirakan, banjir tidak akan besar dan meluas karena hujan tidak merata. Sampai saat ini sungai-sungai lain di wilayah Jakarta masih tingkatan normal atau aman seperti Kali Krukut, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Karet, dan Kali Pesanggrahan.

“Banjir diperkirakan cuma terjadi di permukiman di bantaran sungai, daerah-daerah lain masih aman,”ujarnya.

Sutopo mengatakan, Badan Penangguangan Bencana Tempat BPBD Kabupaten Bogor dan BPBD DKI Jakarta sudah menyebarkan isu peringatan dini banjir terhadap masyarakat, aparat Lurah dan Kecamatan. Kelengkapan, logistik, dan personil disiapkan untuk melaksanakan antisipasi banjir.

Baca Juga  Kenaikan Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia Tertinggi Di Dunia

Februari yakni puncak hujan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurut Sutopo, potensi banjir akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Karena itu masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan genangan.