Berhenti Merokok Bisa Cegah Wanita Menopause Dini

Wikimedan.com – Berhenti Merokok Bisa Cegah Wanita Menopause Dini . Menopause merupakan kondisi lumrah yang akan dialami semua wanita. Usia normal wanita menopause biasanya memasuki 50-an. Namun, ada juga wanita yang mengalami menopause sebelum usia tersebut atau yang sering disebut menopause dini.

Sedikit penjelasan,

Menopause adalah sebuah kondisi normal yang akan dialami oleh semua wanita sejalan dengan bertambahnya usia, dan bukanlah suatu penyakit atau gangguan medis. Menopause didefinisikan sebagai keadaan tidak adanya periode menstruasi selama 12 bulan. Dalam kata lain, menopause merupakan masa sesaat sebelum berhentinya periode menstruasi hingga sesaat setelah periode menstruasi berakhir. Namun secara umum menopause dapat dikatakan sebagai berakhirnya siklus menstruasi pada wanita.

Perimenopause adalah istilah yang kadang-kadang digunakan dan berarti “waktu sekitar menopause.” Hal ini sering digunakan untuk merujuk pada masa transisi menopause. Hal ini bukanlah istilah medis secara resmi, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek tertentu dari transisi menopause dalam istilah awam.

Pascamenopause adalah istilah yang digunakan sebagai kata sifat untuk merujuk ke waktu setelah menopause telah terjadi. Sebagai contoh, dokter mungkin berbicara tentang kondisi yang terjadi pada “wanita pascamenopause.” Hal ini mengacu pada wanita yang telah mencapai menopause.

Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama.

Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.

Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

Mengalami menopause di usia 30-40 merupakan hal yang menakutkan. Mengutip laman Health, penyebab menopause dini terjadi akibat gangguan genetis, gangguan autoimun, kemoterapi atau radiasi, dan merokok.

Dilansir dari laman Women’s Health, Jumat (28/7/2017), menurut American Society of Reproductive Medicine, merokok termasuk salah satu penyebab menopause dini. Beberapa zat kimia dalam rokok seperti nikotin, sianida dan karbon monoksida dapat mempercepat tingkat hilangnya sel telur.

Profesor kebidanan dan kandungan dari Interdisciplinary Program in Menopause Medicine di NYU Langone’s School of Medicine, Frederick Naftolin, M.D., PhD, mengatakan sel telur yang hilang atau mati tidak bisa beregenerasi kembali, sehingga rokok menjadi faktor pendukung wanita mengalami menopause dini.

“Wanita yang merokok berisiko satu sampai empat tahun lebih awal mengalami menopause dibandingkan mereka yang tidak merokok,” kata Naftolin.

Selain itu, Naftolin menyarankan agar wanita rutin beraktivitas fisik untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan bugar, serta memperlambat proses menopause.