Begini Hasilnya Saat Tubuh Pria Tua Ini Dites Dokter Minum 1,5 Ton Bensin Selama 42 Tahun

Wikimedan.com – Begini Hasilnya Saat Tubuh Pria Tua Ini Dites Dokter Minum 1,5 Ton Bensin Selama 42 TahunManusia yang hidup di muka bumi ini masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan.

Ada orang yang tidak dapat mencium bau durian yang menyebabkan rasa mual.

Namun, ada pula manusia yang bahkan mampu makan cabai dengan jumlah tak biasa.

Dua kondisi itu tidak lazim karena umumnya banyak yang menyukai durian dan makan cabai seperlunya.

Tapi ada juga manusia yang memiliki keunikan ekstrim, misalnya anti setrum.

Tubuhnya kebal meski menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi.

Biasanya, kelebihan yang unik dan mengerikan itu ditemukan secara tidak sengaja.

Terkadang, memang agak sulit diterima dengan akal.

Namun, fakta-fakta itu memang ada di sekitar kita.

Hanya saja, kita tidak boleh ikut mencobanya tanpa mengetahui sebab dan akibatnya.

Informasi yang diterima, hanya untuk sekadar menambah wawasan dan pengetahuan saja.

Nah, untuk yang satu ini, ada manusia terbiasa minum bensin.

Selama bertahun-tahun kita mengenal bensin sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Kandungan zat yang ada pada bensin tentunya sangat membahayakan bagi tubuh jika kita meminumnya.

Tapi hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi Cheng Dejun.

Cheng Dejun, seorang pria yang sudah lanjut usia berusia 71 tahun ini mempunyai kebiasaan yang unik.

Bahkan bisa dibilang cuma dia yang nekat melakukan hal berbahaya seperti ini.

Cheng Dejun mempunyai kebiasaan meminum bensin sebagai pengganti obat-obatan, seperti dikutip dari jadiberita.com.

Cheng Jejun tinggal sendirian di sebuah pondok beratap jerami di atas bukit di Kota Shuijiang Cina.

Dia dikenal oleh penduduk setempat sebagai pemotong batu dan penenun bambu.

Meskipun sulit baginya untuk menghitung berapa banyak bensin dia telah dikonsumsi sepanjang hidupnya.

Dilihat dari kebiasaan sehari-hari, lelaki renta ini memperkirakan dia minum sekitar 3 sampai 3,5 liter bensin setiap bulannya untuk meredakan rasa sakit fisik.

Dia membeli bensin dari sebuah stasiun di bagian bawah bukit.

Wartawan dari Chongqing Evening News memperkirakan Cheng telah meminum sekitar 1,5 ton bahan bakar selama 42 tahun terakhir.

Cheng pertama kali mulai minum bahan bakar pada tahun 1969, ia tidak langsung minum bensin tetapi minyak tanah dulu yang ia coba.

Asal mulanya ketika ia tiba-tiba mulai batuk-batuk dan merasa sakit yang tajam di dadanya.

Dia mencoba beberapa obat, yang sepertinya tidak banyak membantu meredakan rasa sakitnya.

Sehingga setelah para tetua desa mengatakan kepadanya ia mungkin mengidap TBC dan harus mencoba minum minyak tanah, ia tidak berpikir dua kali tentang hal itu.

Setelah minum secangkir pertama dia merasa sakit perut dan memutuskan untuk pergi tidur.

Satu jam kemudian dia terbangun dengan perasaan jauh lebih baik, sehingga ia terus minum minyak tanah untuk meringankan rasa sakit.

Tahun 2001, Cheng Dejun beralih ke bensin, karena seluruh desa mulai menggunakan lampu listrik dan minyak tanah sulit didapat.

Inilah tahun pertama ia meminum bensin. Dia mengatakan bensin rasanya lebih baik daripada minyak tanah.

Menurut tes dokter di salah satu Rumah Sakit di China, kesehatan Cheng tampaknya cukup baik, meski ia memiliki tanda-tanda terkena Emfisema.

Feng Fu, seorang profesor di Universitas Chongqing berkata, ia harus telah mengembangkan beberapa jenis kekebalan terhadap bensin.

Semua hasil penelitian yang didapat, bensin seharusnya berakibat buruk bagi siapa saja yang meminumnya.

Ia juga menambahkan bahwa bensin mungkin bertindak sebagai obat bius.

Tetapi tidak dapat menyembuhkan sakit Cheng.

Bisa dikatakan bensin tersebut hanya membius sesaat dan meredakan rasa sakit yang diderita.

Kebiasaan Cheng ini cukup unik dan langka.

Mungkin Cheng mempunyai kekebalan tubuh yang tinggi terhadap jenis bahan bakar tertentu.

Tetapi tetap saja berbahaya bagi kesehatannya.